Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga pada kuartal III-2022 ini mengalami pertumbuhan sebesar 5,93% secara tahunan atau year on year (yoy). Menurut BPS, pertumbuhan tersebut di dorong oleh aktivitas konsumsi masyarakat menengah atas yang terus meningkat.
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, pada kuartal III-2022 ini konsumsi rumah tangga mampu tumbuh karena adanya faktor aktivitas belanja pada kelompok masyarakat menengah atas khususnya untuk kebutuhan tersier.
"Dorongan konsumsi rumah tangga ini tercermin dari peningkatan mobilitas masyarakat jika dibandingkan dengan kondisi kuartal III-2021. Dan ada indikiasi bahwa konsumsi rumah tangga mampu tumbuh 5,39% karena adanya peningkatan aktivitas belanja pada kelompok masyarakat menengah atas, khususnya untuk kebutuhan tersier.," ujar Margo dalam konferensi pers, Senin (7/11).
Margo melanjutkan, dengan kelompok masyarakat menengah atas yang menunjukan peningkatan dalam konsumsinya, tentunya hal tersebut dapat memberikan pengaruh besar kepada kelompok yang lainnya.
"Tentu saja jika kelompok menengah atas meningkatkan konsumsinya, pastinya akan memberikan pengaruh besar pada kelompok-kelompok lainnya. Ini tren yang sangat baik dan pemulihan ekonomi kita berlanjut serta semakin menguat," ucap Margo.
Sebelumnya, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2022 mencapai 5,72% secara tahunan year on year (yoy). Ini merupakan pertumbuhan yang lebih tinggi dari pertumbuhan pada kuartal II-2022 yang sebesar 5,44% secara tahunan, dan melampaui capaian pada kuartal sama tahun sebelumnya yang sebesar 3,51% secara tahunan. (OL-12)
Riset KIMCI bisa menjadi acuan bagi berbagai pemangku kepentingan dalam memahami kondisi kelompok kelas menengah di Indonesia.
Menko Polhukam RI Hadi Tjahjanto mengatakan, rata-rata transaksi judi online (daring) di kalangan masyarakat ekonomi menengah ke atas mencapai Rp40 miliar.
STATUS Indonesia kembali naik menjadi negara berpendapatan menengah atas tak akan menjamin kinerja pertumbuhan ekonomi di tahun-tahun berikutnya. Sebab, perubahan status
status Indonesia yang kembali menjadi negara berpendapatan menengah atas (upper middle income country/UMIC) dapat memberikan dampak positif, utamanya dari sisi investasi.
DEWAN Perwakilan Rakyat (DPR) mengkritik kebijakan insentif mobil listrik karena hanya menyasar masyarakat kelas atas.
Sri Mulyani menyebutkan tren konsumsi rumah tangga menengah ke atas ke depannya berpotensi akan masih tumbuh kuat, salah satunya tercermin dari simpanan di bank.
KOTA Bandung kembali mencatatkan peran strategis di tingkat nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) RI resmi meluncurkan dan mensosialisasikan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kota Bandung.
BPS menerapkan klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI) sebagai upaya dalam menyelaraskan sistem perizinan usaha
Bahkan setelah data dipublikasikan, proses belum berhenti karena masih ada tahap evaluasi untuk memastikan kualitas dan perbaikan.
INFLASI yang terjaga dalam rentang toleransi dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
BPS mencatat produksi gula 2025 naik jadi 2,67 juta ton, konsumsi rumah tangga turun, namun Indonesia masih bergantung pada impor 3,93 juta ton.
BADAN Pusat Statistik (BPS) Provinsi DI Yogyakarta tengah mematangkan persiapan untuk melaksanakan Sensus Ekonomi (SE) 2026, untuk menangkap pergeseran struktur ekonomi DIY.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved