Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pemulihan ekonomi di 2023 tidak akan lagi bersandar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah menetapkan kebijakan ekonomi makro yang lebih mandiri dengan mengandalkan sisi konsumsi dan produksi.
"APBN tetap akan bersifat suportif tetapi peranan dari non-APBN juga sangat penting," ujar Sri Mulyani selepas mengikuti rapat sidang kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (16/2). Kinerja konsumsi, investasi, dan ekspor disiapkan untuk menjadi mesin utama.
Pada 2021, tiga sektor tersebut sudah memberi kontribusi cukup baik bagi pertumbuhan ekonomi nasional. "Kami berharap konsumsi kembali tumbuh di atas 5%. Pada 2021, pertumbuhan konsumsi hanya 2%. Jadi, kalau kegiatan masyarakat sudah mengadopsi kenormalan baru, kami harap konsumsi kembali tumbuh dan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," jelas mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu.
Dari sisi investasi dan perdagangan terutama ekspor, kunci untuk meningkatkan kinerja mereka yaitu terus melakukan transformasi dan hilirisasi. Peningkatan kualitas produksi barang serta penciptaan nilai tambah dari berbagai komoditas mineral akan terus didorong pemerintah.
Di samping tiga hal tersebut, perempuan yang akrab disapa Ani itu juga akan memaksimalkan peran institusi keuangan di Tanah Air. Perbankan saat ini memiliki dana pihak ketiga mencapai Rp7.250 triliun dan loan to deposit ratio hanya 77%. "Angka-angka itu menunjukkan bahwa perbankan memiliki ruang untuk memulai mendukung pemulihan ekonomi dengan menyalurkan kredit yang lebih besar," terangnya.
Ada pula pasar saham dan obligasi yang memiliki proyeksi begitu menjanjikan ke depan. Nilai dari pasar saham yang tercatat di bursa efek pada 2021 mencapai Rp7.232 triliun atau naik 3,77% dicari tahun sebelumnya. Adapun nilai obligasi tercatat Rp4.718 triliun atau naik 9,65%.
"Ini bisa menjadi sumber bagi pemulihan ekonomi. Perusahaan-perusahaan bisa melakukan IPO, right issue, atau mengeluarkan obligasi karena investor domestik kita sudah 7,5 juta orang," ungkap Ani.
Baca juga: Presidensi G20 Jadi Kesempatan Emas bagi UMKM
Di luar itu, ia juga menyebut satu sektor yang bisa menjadi motor baru bagi pertumbuhan ekonomi yakni kesehatan. Pandemi telah memaksa masyarakat untuk mulai memperhatikan pola hidup yang jauh lebih sehat. "Oleh karena itu reformasi di bidang kesehatan sangat penting, baik yang menyangkut industri alat kesehatan maupun dari sisi penyelenggaraan jasa kesehatan," tandasnya. (OL-14)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan pemerintah jalankan 'survival mode' untuk jaga ekonomi, fokus pada efisiensi fiskal dan pemberantasan kebocoran negara.
Menkeu Purbaya tegaskan ekonomi Indonesia masuk “survival mode”. Tak ada ruang kesalahan, pajak dan program akan diawasi ketat demi cegah krisis.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui secara rinci terkait wacana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap pengguna jalan tol.
Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum berencana memperpanjang batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) badan.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa proyeksikan ekonomi RI tumbuh hingga 6% di 2026 saat IMF-World Bank Meeting. Simak strategi hadapi guncangan global.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberi sinyal kuat penyesuaian harga Pertamax Series hampir selesai di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat konflik global.
Ekonom Indef menilai optimisme pemerintah soal fiskal perlu diimbangi konsolidasi konkret agar APBN tetap kuat menghadapi tekanan global jangka panjang.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Presiden menegaskan, besarnya nilai aset yang berhasil diselamatkan itu berpotensi memberikan dampak besar bagi pembangunan nasional.
Ibas juga menyoroti perlunya keseimbangan antara menjaga kesehatan postur APBN dan kewajiban negara dalam memberikan perlindungan sosial.
DPR mempertanyakan kekuatan APBN menghadapi lonjakan harga minyak dunia. Dolfie menyebut potensi tambahan subsidi bisa mencapai Rp204 triliun.
Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet ingatkan risiko APBN jika subsidi BBM bengkak. Pemerintah siapkan SAL Rp420 triliun sebagai bantalan fiskal hingga 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved