Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MASIH bingung menyimpan uang dengan keuntungan berlipat? Mungkin deposito adalah salah satu jawaban yang tepat untuk milenial yang ingin berinvestasi dengan aman.
Deposito adalah fasilitas dari layanan perbankan yang secara prinsip seperti tabungan dengan bunga yang lebih.
Bedanya, dalam simpanan deposito, nasabah tidak bisa serta merta menarik uangnya sesuka hati. Karena hal itu diatur dalam waktu tertentu saja. Menurut Undang-undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan Indonesia.
Pengertian deposito itu adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan pihak bank. Ada pun jangka waktu yang ditawarkan antara 1, 3, 6 atau 12 bulan.
Deposito bisa menjadi alternatif yang tepat untuk menyimpan kelebihan dana yang dimiliki dengan tingkat suku bunga yang kompetitif.
Sesuai rilis dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), tingkat suku bunga yang dijamin oleh Lembaga Negara tersebut untuk Bank Umum sebesar 3,5% dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar 6,0%.
"Melihat hal ini, mungkin deposito di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) bisa menjadi pilihan strategis," kata Tedy Alamsyah, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) dalam keterangan pers, Senin (13/12). .
Menurut informasi dari Perbarindo, rata-rata suku bunga yang ditawarkan BPR di seluruh Indonesia mencapai 6% per tahun.
“Kami di BPR menawarkan bunga deposito rata-rata 6% per tahun, tentunya dengan jumlah tertentu,” terang Tedy Alamsyah.
Menurut Tedy, simpanan deposito di BPR bisa menjadi pilihan yang aman untuk berinvestasi.
“BPR sebagai peserta penjaminan dari LPS, sehingga soal keamanan dana masyarakat yang disimpan dalam bentuk deposito di BPR juga sudah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS),” kata Tedy.
Pastinya, bunga deposito di BPR lebih tinggi daripada dibandingkan dengan deposito di bank konvensional. Depositojuga dapat memberikan bunga yang lebih besar dibanding dengan menabung biasa.
Bicara soal risiko, kata Tedy, uang yang didepositokanitu keamanannyaterjamin. Berbeda jika kita berinvestasi di reksadana, bitcoin, crypto, yang sudah pasti lebih tinggi risikonya.
Tapi jika menyimpan uang di Bank, risiko relatif kecil bahkan tidak ada sama sekali, krn dijamin LPS. Tentunya harus mengikuti aturan penjaminan LPS yaitu 3T. Pertama, tercatat pada pembukuan bank.
Kedua, tingkat bunga simpanan tidak melebihi bunga penjaminan LPS. Ketiga, tidak menyebabkan bank menjadi gagal (misalnya memiliki kredit macet).
"Nah, bagi Milenial yang tidak ingin mengambil risiko dan tidak punya waktu untuk memantau pergerakan pasar, atau tidak ingin bermain-main dengan risiko, maka bermitra dengan BPR bisa menjadi pilihan yang tepat," ucapnya.
“Kepada nasabah, selain bunga deposito yang tinggi, kami juga memberikan akses secara mudah.Intinya, hasil bunga dari deposito dapat dicairkan secara tunai atau ditransfer dalam jangka waktu tertentu,” ujar Tedy.
Dia juga menambahkan, bahwa dana masyarakat yang disimpan di BPR itu juga digunakan oleh masyarakat yang berada disekitar kantor BPR yang tersebar di seluruh Indonesia dalam bentuk penyaluran kredit kepada UMKM.
“Bila para milenial menyimpan dana di BPR, maka secara tidak langsung membantu UMKM yang membutuhkan pendanaan untuk pengembangan usaha dan bisnisnya,” ujarnya. (RO/OL-09)
Danantara tengah menggarap proyek-proyek hilirisasi dengan total investasi mencapai US$26 miliar atau setara Rp450,42 triliun (kurs Rp17.324 per dolar AS).
Data terbaru menunjukkan bahwa sektor hilirisasi menjadi kontributor signifikan dengan nilai investasi mencapai Rp147,5 triliun.
Pemerintah menyerap dana Rp40 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) dengan total penawaran masuk mencapai Rp74,95 triliun.
Upaya memperluas literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri.
Di tengah dinamika pasar keuangan, kolaborasi antara manajer investasi dan perbankan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi yang aman.
KBRI Warsawa gelar forum bisnis di Krakow dan Łódź untuk dorong investasi, perdagangan, dan kerja sama tenaga kerja Indonesia-Polandia jelang IEU-CEPA 2027.
Generasi Z dan Milenial di Jakarta mulai meninggalkan konsep kepemilikan rumah sebagai simbol sukses. Simak analisis pakar properti terkait tren ini.
Mulai dari kaset dianggap fosil hingga disket dikira ikon "Save" versi 3D, inilah kumpulan cerita kocak orangtua saat anak-anak mereka menemukan teknologi era 80-90an.
Milenial dan Gen Z Indonesia beralih ke multi-income stream dan pengelolaan uang real-time di tengah tekanan ekonomi. Simak perbandingan datanya di sini.
Riset Kaspersky mengungkap 90% Gen Z dan Milenial pilih simpan data digital. Simak tren penyimpanan data di Indonesia dan tips keamanan siber terbaru.
Milenial dan Gen Z mulai meninggalkan parameter kesuksesan tradisional seperti kepemilikan rumah atau tabungan jangka panjang, menuju pengelolaan keuangan yang personal dan berbasis nilai.
Bagi Gen Z dan milenial, kost bukan lagi sekadar tempat tinggal sementara. Hunian sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan rutinitas harian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved