Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Komisisoner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menegaskan program restrukturisasi kredit yang awalnya akan berlaku sampai Februari 2021 dapat diperpanjang jika dibutuhkan. Hal ini dikatakan bukan menjadi masalah yang besar bagi pihaknya.
"Skenarionya selesai tahun depan bulan Februari. Namun kalau ini mau diperpanjang nggak masalah, akan kita perpanjang. Bahkan kalau ada nasabah yang sudah melakukan restrukturisasi dan dalam 6 bulan mereka sudah jatuh tempo dan kalau nasabah minta perpanjang ya silakan perpanjang, tidak usah minta persetujuan OJK, langsung perpanjang. Apabila nanti ini kita perpanjang satu tahun lagi sampai 2022 nggak ada masalah. Kita siap lakukan itu," ungkapnya dalam webinar kagama, Minggu (27/9).
Lebih lanjut, Wimboh melaporkan bahwa realisasi kebijakan restrukturisasi kredit perbankan hingga posisi 7 September 2020, nilai restrukturisasi mencapai Rp878,57 triliun dari 7,38 juta debitur.
Keringanan kredit itu dinikmati sebanyak 5,82 juta pelaku UMKM dengan nilai Rp359,11 triliun. Sementara 1,44 juta non UMKM memperoleh keringanan kredit senilai Rp515,46 triliun. Sementara itu, realisasi restrukturisasi perusahaan pembiayaan (PP), hingga 22 September 2020 telah mencapai Rp168,77 triliun dari 4,58 juta kontrak pembiayaan dari perusahaan pembiayaan.
"Ini adalah cerminan jumlah nasabah yang alami kesulitas bayar pokok dan bunga (kredit). Ini skenarionya dengan berbagai stimulus subsidi bunga, penjaminan pemerintah, relaksasi pajak dan didorongnya kekuatan domestic demand semua dilakukan dengan skenario agar nantinya yang melakukan restrukturisasi kredit sudah bisa mengangsur kembali," kata Wimboh.
Wimboh menambahkan profil risiko lembaga jasa keuangan pada Agustus 2020 masih terjaga pada level yang manageable dengan rasio NPL gross tercatat stabil sebesar 3,22% dan rasio NPF sebesar 5,2%. Risiko nilai tukar perbankan dapat dijaga pada level rendah terlihat dari rasio Posisi Devisa Neto (PDN) sebesar 1,62%, jauh di bawah ambang batas ketentuan sebesar 20%.
Sementara itu, likuiditas dan permodalan perbankan berada pada level yang memadai. Per 16 September 2020, rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK terpantau pada level 143,16% dan 30,47%, jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.
Permodalan Lembaga jasa keuangan juga terjaga stabil pada level yang memadai. Capital Adequacy Ratio (CAR) bank umum konvensional (BUK) tercatat sebesar 23,16% serta Risk-Based Capital industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing sebesar 506% dan 330%, jauh di atas ambang batas ketentuan sebesar 120%.
Selain itu, Wimboh menambahkan OJK juga secara aktif melakukan pemantauan terhadap pengelolaan penempatan dana pemerintah ke perbankan umum baik di kelompok HIMBARA yang sebesar Rp30 triliun maupun kelompok BPD yang sebesar Rp11,5 triliun, yang secara umum telah menunjukkan perkembangan menggembirakan.
Komitmen realisasi penyaluran dana tersebut melalui penyaluran kredit sudah berjalan sesuai dengan guidance pemerintah. Sampai dengan 14 September 2020, realisasi penyaluran kredit atas penempatan dana di kelompok HIMBARA telah mencapai Rp119,8 triliun kepada 1,5 juta debitur. Sedangkan untuk kelompok BPD, sampai dengan 16 September 2020 tercatat kredit yang telah tersalurkan sebesar Rp7,4 triliun.
Intermediasi industri perbankan pada Agustus 2020 tercatat masih mampu tumbuh positif sebesar 1,04% yoy. Tentu capaian ini merupakan hal yang cukup mengesankan di tengah pandemi covid-19 yang masih menggelayuti perekonomian nasional
"Secara umum dapat kami sampaikan bahwa kondisi perbankan dan lembaga keuangan sehat, industrinya juga sehat, kondisinya stabil dan nggak ada masalah yang mengkhawatirkan. Janji Bank BUMN untuk meleverage 4 kali dana pemerintah sudah dilakukan dan BPD karena masih perlu waktu, mereka janjinya akan meleverage 2 kali. Menurut hemat kami saat ini nggak ada masalah," ujar Wimboh.
Namun demikian, Wimboh menegaskan bahwa pertumbuhan kredit yang ada di perbankan saat ini, jika dilihat dari status saat ini belum bisa menutup penurunan kredit antara Januari sampai Juni.
Hal tersebut dikarenakan jumlah penurunan kredit memiliki jumlah yang sangat besar dan semua usaha masih belum beroperasi. Meskipun demikian, pada Juli kemarin, terjadi backing up pada penurunan kredit sebesar Rp30 triliun.
"Kita harus bekerja keras agar sampai Desember ini kredit bisa kita genjot cukup tinggi dan para pengusaha lakukan aktivitas kembali," tuturnya.(E-1)
PADA kuartal pertama 2026, pertumbuhan pembiayaan dan peningkatan kualitas portofolio mengantarkan PT Bank BTPN Syariah Tbk menorehkan kinerja positif.
RUPST SMBC Indonesia menyetujui pembagian dividen tunai 20% dari laba bersih 2025 dan mengangkat Emilya Tjahjadi sebagai Direktur baru.
Ketahanan Perbankan RI Tetap Kuat Hadapi Risiko Dampak Perang Timur Tengah
DI atas kertas, Indonesia hari ini terlihat kuat. Kita memiliki bantalan fiskal Rp420 triliun, nilai yang tidak hanya besar, tetapi juga menenangkan. Sebanyak Rp120 triliun di Bank Indonesia
Lupa password akun penting? Simak 7 cara praktis mengakses sandi yang tersimpan di HP Android, iPhone, hingga Laptop Windows dan Mac secara aman.
Sidang perkara kredit PT Sritex yang melibatkan mantan pejabat Bank DKI, Babay Farid Wajdi, membahas risiko perbankan dan prosedur mitigasi kredit bermasalah.
Meski kontribusi PDB besar, petani Indonesia sulit akses kredit. Pakar IPB ungkap penyebab dan solusi lewat AVCF.
Penguatan segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai menjadi strategi penting bagi perbankan dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang meningkat.
OJK menyampaikan kredit perbankan pada Februari 2026 tumbuh sebesar 9,37% menjadi sebesar Rp8.559 triliun secara year-on-year.
Kinerja Bank Mandiri dinilai tetap positif pada awal 2026, ditopang strategi ekspansi kredit yang agresif di tengah kondisi ekonomi yang masih dibayangi kehati-hatian.
Kolaborasi CBI-KCB hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui kerangka kerja yang aman dan patuh terhadap regulasi perlindungan data pribadi di kedua negara.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved