Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan kredit perbankan pada Februari 2026 tumbuh sebesar 9,37% menjadi sebesar Rp8.559 triliun secara year-on-year. Angka itu lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Januari 2026 yang sebesar 9,96%.
“Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 20,72%. Adapun berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh tertinggi sebesar 14,74% year-on-year. Sementara ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh paling tinggi yaitu sebesar 12,78% year-on-year,” papar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2026, Senin (6/4).
Di sisi lain, dana pihak ketiga atau DPK tumbuh sebesar 13,18% year-on-year dibandingkan bulan Januari sebesar 13,48% year-on-year menjadi sebesar Rp10.102 triliun. Giro, deposito dan tabungan masing-masing tumbuh sebesar 18,56%, 13% dan 8,12% year-on-year.
Sementara itu, Dian menyebut likuiditas industri perbankan pada Januari 2026 tetap memadai dengan rasio alat likuid non-core deposit atau ILNCD sebesar 121,29%, dibandingkan Januari sebesar 121,23%.
Kemudian alat likuid dana pihak ketiga atau LDPK sebesar 27,4%, dibandingkan Januari sebesar 27,54%. Keduanya masih di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%. Sementara itu, liquidity coverage ratio atau LCR berada di level 195,64%.
“Sementara itu, kualitas kredit juga tetap terjaga dengan rasio NPL growth sebesar 2,17%. Januari yang lalu tercatat sebesar 2,14%. Lalu NPL net sebesar 0,83%, Januari yang lalu tercatat sebesar 0,82%,” papar Dian.
“Sementara loan at risk atau LAR tercatat sebesar 9,24%. Januari yang lalu tercatat sebesar 9,01%. Secara umum, tingkat profitabilitas bank atau ROA sebesar 2,37%. Januari yang lalu tercatat sebesar 2,49%,” imbuhnya.
Ketahanan perbankan juga disebut tetap kuat. Hal itu tercermin dari permodalan atau capital adequacy ratio sebesar 25,83% dibandingkan Januari yang lalu adalah sebesar 25,87%. Dian mengatakan capaian itu menjadi buffer mitigasi risiko yang kuat di tengah ketidakpastian global dewasa ini.
“Berdasarkan survei orientasi bisnis perbankan OJK atau SBPO, triwulan I-2026 menunjukkan bahwa kinerja perbankan tetap solid dengan risiko yang terjaga. Sementara keyakinan kinerja perbankan tercermin dari indeks orientasi bisnis perbankan atau IBP pada triwulan I-2026 masih di zona optimis,” katanya.
Di sisi pengembangan dan penguatan di bidang perbankan, OJK telah melakukan beberapa inisiatif. Yang pertama adalah meluncurkan dua publikasi terkait perkembangan risiko iklim di sektor perbankan dalam Indonesia Climate Banking Forum yaitu Climate Risk and Banking Resilience Assessment atau CBRA dan Banking Sustainability Maturity Assessment Report atau SMART.
Yang kedua adalah menerbitkan 12 izin penggabungan terhadap BPR dan BPRS dalam rangka konsolidasi perbankan selama triwulan I-2026. (E-3)
BTN resmi memperkuat mesin pertumbuhan kredit melalui pembangunan Loan Factory, sebuah sistem terintegrasi yang dirancang untuk mempercepat proses penyaluran kredit.
Kinerja Bank Mandiri dinilai tetap positif pada awal 2026, ditopang strategi ekspansi kredit yang agresif di tengah kondisi ekonomi yang masih dibayangi kehati-hatian.
Kinerja Bank Mandiri pada awal 2026 dinilai tetap solid meski permintaan kredit secara struktural belum sepenuhnya pulih.
PT Bank SMBC Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025.
Konsisten memperkuat pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan kinerja positif melalui pertumbuhan kredit yang solid.
Meski kontribusi PDB besar, petani Indonesia sulit akses kredit. Pakar IPB ungkap penyebab dan solusi lewat AVCF.
Penguatan segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai menjadi strategi penting bagi perbankan dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang meningkat.
Kolaborasi CBI-KCB hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui kerangka kerja yang aman dan patuh terhadap regulasi perlindungan data pribadi di kedua negara.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved