BTN Luncurkan Loan Factory untuk Percepat Penyaluran Kredit

Andhika Prasetyo
14/4/2026 07:46
BTN Luncurkan Loan Factory untuk Percepat Penyaluran Kredit
ilustrasi(Antara)

PT Bank Tabungan Negara (BTN) resmi memperkuat mesin pertumbuhan kredit melalui pembangunan Loan Factory, sebuah sistem terintegrasi yang dirancang untuk mempercepat proses penyaluran kredit sekaligus menjaga kualitas portofolio secara lebih terkendali.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar BTN dalam pengelolaan kredit, dari model yang sebelumnya tersebar di berbagai cabang menjadi sistem terpusat berbasis proses. Dengan pendekatan ini, BTN menargetkan proses kredit yang lebih cepat, konsisten, dan mampu menangani volume besar secara efisien di seluruh Indonesia.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa pembangunan Loan Factory merupakan bagian dari roadmap transformasi yang telah dimulai sejak 2019. Transformasi ini menjadi krusial mengingat tingginya volume pengajuan kredit, khususnya kredit pemilikan rumah (KPR).

“BTN itu sehari sekitar 1.000 aplikasi KPR. Kalau mengandalkan cara kerja masing-masing orang, itu berbahaya. Jadi dalam skala sebesar ini, proses harus terstandarisasi dan dijalankan dengan sistem yang sama,” ujar Nixon.

Ia menekankan bahwa standardisasi merupakan fondasi utama untuk memastikan kualitas layanan dan hasil yang konsisten di seluruh jaringan BTN. “Kalau mau jadi perusahaan besar, prosesnya harus sama. Syaratnya sama, cara kerjanya sama, hasilnya juga harus konsisten,” tegasnya.

Sebelum hadirnya Loan Factory, BTN telah lebih dulu melakukan transformasi melalui pembentukan Regional Loan Processing Center (RLPC) sejak 2019. Model tersebut berhasil meningkatkan kualitas proses serta menekan potensi deviasi. Kini, melalui Loan Factory, seluruh tahapan kredit, mulai dari input data, verifikasi, analisis, persetujuan, hingga pencairan—diintegrasikan dalam satu sistem terpusat.

Pendekatan ini memungkinkan adanya spesialisasi di setiap tahap proses, sehingga meningkatkan efisiensi, akurasi, dan konsistensi. BTN juga mengimplementasikan decision engine dalam proses credit scoring untuk mempercepat analisis serta memperkuat kualitas pengambilan keputusan.

Seiring dengan implementasi tersebut, BTN menargetkan percepatan waktu proses kredit dari sekitar enam hari kerja menjadi lebih singkat, sejalan dengan integrasi sistem yang semakin solid.

Menurut Nixon, Loan Factory tidak hanya berfungsi sebagai pendorong pertumbuhan kredit, tetapi juga sebagai penjaga kualitas risiko dan efisiensi operasional. “Kalau hanya tumbuh tanpa kualitas, itu tidak acceptable. Tapi kalau kualitas bagus tanpa pertumbuhan, itu juga tidak cukup,” ujarnya.

Dari sisi operasional, Direktur Operations BTN, I Nyoman Sugiri Yasa, menyebut Loan Factory mampu mengatasi berbagai inefisiensi yang sebelumnya muncul akibat proses kerja yang tersebar.

“Dengan Loan Factory, proses yang sebelumnya tersebar dan saling silang antar unit kerja kini menjadi lebih terstruktur dan terintegrasi. Ini membuat proses menjadi lebih efisien, mudah dimonitor, serta meningkatkan kualitas tata kelola dokumen dan underwriting,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, yang menilai transformasi ini sebagai evolusi penting dalam pengelolaan kredit berbasis teknologi.

“Dari proses yang sebelumnya terdesentralisasi, kemudian regionalisasi, hingga kini menjadi terpusat berbasis proses, kami memastikan kualitas proses terus meningkat dengan standar yang lebih konsisten,” ujar Setiyo.

Ia menambahkan bahwa Loan Factory memungkinkan BTN memperoleh skala ekonomi sekaligus memperkuat kontrol risiko melalui sistem yang lebih terstruktur dan berbasis teknologi.

“Dengan pendekatan ini, kami mendorong proses yang lebih akurat, efektif, dan cepat, sekaligus memperkuat pengendalian untuk meminimalkan risiko,” jelasnya.

Selain itu, BTN juga terus memperkuat kapabilitas digital dengan memanfaatkan otomasi dan kecerdasan buatan (AI) dalam proses input, verifikasi, dan analisis data kredit.
Transformasi Loan Factory menjadi fondasi penting bagi BTN dalam meningkatkan kapasitas penyaluran kredit nasional, terutama untuk menjawab kebutuhan pembiayaan perumahan yang terus tumbuh.

“Target kita jelas, pertumbuhan harus meningkat, tapi kualitas juga harus tetap terjaga. Itu yang sedang kita bangun melalui Loan Factory ini,” tutup Nixon. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya