Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJAGA dan merawat Indonesia adalah tugas luhur seluruh warga, khususnya para elite kepemimpinan politik dan keagamaan. Para elite mestinya tidak kenal lelah untuk menjaga negeri ini agar dijauhkan dari berbagai risiko disintegratif.
Kekhawatiran disintegrasi yang mengemuka belakangan ini terutama terkait dengan kontestasi politik, kesenjangan ekonomi, dan isu suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA). Faktor-faktor disintegrasi itu, jika salah dikelola, dapat mengganggu perekonomian nasional, bahkan memecah belah negara.
Kontestasi politik, khususnya pemilihan Gubernur DKI Jakarta, telah memorak-porandakan fondasi bangunan kesatuan bangsa. Syahwat kekuasaan merasuki sebagian orang untuk menghalalkan segala cara, termasuk mengembangbiakkan isu kesenjangan sosial dan SARA. Nafsu kekuasaan telah membutakan mata atas upaya pemerintah untuk mengatasi kesenjangan sosial.
Harus jujur dikatakan bahwa ada kesenjangan sosial dan pemerintah sudah bekerja keras untuk mengatasinya. Pemerintah sudah bekerja setengah mati untuk menurunkan Gini ratio dari 0,402 pada 2015 menjadi 0,397 pada Maret 2016. Tentu saja pemerintah harus bekerja mati-matian lagi untuk terus menekan kesenjangan ekonomi.
Pemerintah sudah menyiapkan strategi mengatasi kemiskinan, pengangguran, serta kesenjangan sosial dan ekonomi. Inti dari strategi itu ialah ekonomi yang berkeadilan. Percuma pertumbuhan ekonomi tinggi kalau hanya dinikmati segelintir orang. Oleh karena itu, kebijakan yang diambil ialah membangun dari pinggiran, dari pulau-pulau terdepan, dan dari desa.
Pembangunan ekonomi berkeadilan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sumber pendanaannya antara lain dari pajak. Karena itulah, Presiden Joko Widodo terlibat aktif dalam sosialisasi amnesti pajak pada tahap pertama. Sayangnya, belakangan ini, konsentrasi Presiden Jokowi melakukan sosialisasi amnesti pajak malah tersedot untuk mengatasi masalah intoleransi. Hampir setiap hari Presiden menerima tamu untuk membicarakan intoleransi.
Sebagai gambaran, saat Presiden Jokowi aktif memberi sosialisasi, program amnesti pajak periode pertama (Juli-September 2016) menghasilkan deklarasi sebesar Rp3.604 triliun dengan nilai repatriasi Rp137 triliun dan tebusan Rp97 triliun.
Dalam amnesti pajak gelombang kedua (Oktober-Desember 2016), Presiden sudah sibuk dengan persoalan intoleransi. Nilai deklarasi pun cuma mencapai Rp692 triliun dengan repatriasi sebesar Rp4 triliun dan tebusan Rp9,5 triliun.
Jangan sekali-kali membiarkan isu SARA mengganggu ekonomi. Karena itu, publik berharap, sangat berharap, elite kepemimpinan politik dan keagamaan menghentikan kebiasaan busuk menggiring isu SARA untuk kepentingan kontestasi pilkada. Bahkan, diduga ada yang membonceng isu pilkada dengan menebarkan SARA dan kesenjangan sosial dengan tujuan mengganti ideologi negara.
Negara ini membutuhkan pemimpin yang mempersatukan dan tidak membuat keresahan. Bangsa ini juga membutuhkan elite kepemimpinan politik dan keagamaan yang nasihatnya meneduhkan untuk merenda toleransi.
Bila menebar toleransi, para elite niscaya menjala keutuhan dan kesatuan bangsa. Sebaliknya, bila benih-benih disintegratif yang ditebar, tentu bangsa ini akan menuai krisis ekonomi.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved