Menanti Hasil Nyata dari Rusia

15/4/2026 05:00

PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa. Kali ini yang menjadi tujuan utama ialah Rusia dan Prancis. Ini untuk ketiga kalinya Prabowo melawat ke kedua negara tersebut, sekaligus bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Dari kacamata diplomatik, intensitas pertemuan itu menandakan hubungan baik Presiden Prabowo dengan kedua pemimpin penting dunia tersebut. Kunjungan Presiden ke Eropa, terutama ke Rusia, disebut mengusung agenda pokok melanjutkan kerja sama energi, termasuk memastikan stabilitas pasokan energi nasional, utamanya ketersediaan minyak untuk menambah cadangan dalam negeri.

Agenda tersebut tentu saja sangat krusial jika mengingat situasi geopolitik global saat ini yang amat cepat berubah. Khususnya terkait dengan dampak dari perang di Timur Tengah yang telah menyebabkan gangguan distribusi energi secara global. Apalagi, kini tidak hanya Indonesia yang membutuhkan pasokan minyak dan gas dari sumber alternatif selain Timur Tengah. Negara-negara lain pun melakukan hal yang sama.

Karena itu, kita sangat berharap kunjungan diplomatik Prabowo tersebut dapat menghasilkan capaian yang nyata dan konkret. Komitmen-komitmen kesepakatan dan kerja sama strategis memang sudah diungkapkan oleh para kepala negara itu kepada media. Namun, kita tidak boleh naif bahwa hasil nyata dari sebuah lawatan tidak bisa sekadar komitmen atau momerandum of understanding (MoU), tetapi mesti berbuah perjanjian mengikat.

Tentu perlu langkah-langkah teknis lanjutan hingga komitmen itu berujung perjanjian ataupun kontrak kerja yang mengikat. Maka dari itu, kita patut mendorong pemerintah, khususnya agar lebih melibatkan menteri-menteri teknis terkait dan jajaran mereka untuk memastikan kelanjutan tersebut. Baik dari segi kebijakan maupun sektor bisnis dan perusahaan yang menjadi kepanjangan tangan pemerintah.

Dari hasil lawatan ke Rusia, sudah ada pernyataan positif dari Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev kepada media setempat dalam merespons permintaan Indonesia soal pasokan minyak. Tsivilev menyebut Rusia menempatkan diri sebagai pemasok yang dapat diandalkan dan kontrak jangka panjang sedang digodok.

Hal ini tentu saja merupakan sinyal yang sangat bagus. Akan tetapi, kita juga perlu menuntut pemerintah untuk jeli dan dapat memastikan kontrak yang menguntungkan. Tidak hanya itu, harus ditegaskan pula bahwa dalam kontrak ataupun perjanjian apa pun, kedaulatan negara mesti ditempatkan di posisi paling atas. Kerja sama dengan negara lain tidak boleh membuat penjagaan terhadap kedaulatan negara luput.

Perjanjian maupun kontrak yang demikian tentunya tidak hanya membutuhkan keterlibatan menteri teknis dan para pakar, tetapi juga para diplomat berpengalaman. Diplomasi dan negosiasi yang kuat akan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah perjanjian atau kontrak kerja sama.

Dalam pertemuan dengan Putin, Presiden Prabowo menyatakan akan menangani sendiri sejumlah kerja sama. Kita tentu mengapresiasi komitmen dan keseriusan Presiden dalam upaya mempercepat tercapainya kesepakatan.

Namun, sekali lagi, Presiden harus menyadari pentingnya keterlibatan unit-unit teknis, juga para pakar dan diplomat. Tidak hanya demi perjanjian yang konkret dan mumpuni, tapi juga untuk memastikan bahwa kepentingan negaralah yang diperjuangkan.

 

 



Berita Lainnya
  • KPK Jangan Keluar dari Mandat

    28/4/2026 05:00

    KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi

  • Setop Akal-akalan Ekspor Batu Bara

    27/4/2026 05:00

    Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.

  • Kedaulatan Digital demi Masa Depan

    25/4/2026 05:00

    GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.

  • Ujian Integritas di Seleksi PTN

    24/4/2026 05:00

    JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.

  • Antisipasi Efek Penaikan Harga BBM dan Elpiji

    23/4/2026 05:00

    PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.

  • Penghormatan Profesi PRT

    22/4/2026 05:00

    SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.

  • Jangan Mudah Memenjara Kepala Desa

    21/4/2026 05:00

    PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih

  • Ujian Perdana Pengelola Haji

    20/4/2026 05:00

    DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci

  • Kampus bukan Ruang Aman Semu

    18/4/2026 05:00

    KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.

  • Memuliakan Kebebasan Pers

    17/4/2026 05:00

    Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.

  • Membabat Habis Premanisme

    16/4/2026 05:00

    AKSI premanisme kembali mengoyak rasa aman publik.

  • Serius Memutus Siklus Korupsi

    14/4/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.

  • Tetap Jaga Asa Perdamaian

    13/4/2026 05:00

    Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.

  • Jangan Lengah di Tengah Bara

    11/4/2026 05:00

    PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud. 

  • Setop Menyiasati KUHAP

    10/4/2026 05:00

    Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.