Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI usia 71 tahun, bangsa ini semestinya tak lagi memikirkan dan mengurus hal-hal elementer. Kita seharusnya mulai merintis dan menerapkan hal-hal yang advanced.
Apa boleh buat, kita faktanya masih mengurus hal remeh-temeh ketika negara lain sibuk memikirkan ide-ide besar dan melaksanakan kerja-kerja raksasa.
Tengoklah ketika negara ini masih berkutat mengurus saluran yang pampat hingga air menggenangi terminal di bandara, Korea Selatan, misalnya, mungkin tengah sibuk membuat rudal atau merintis terbang ke angkasa luar.
Padahal, Korea Selatan meraih kemerdekaannya cuma dua hari lebih dulu daripada Indonesia. Korea Selatan merdeka pada 15 Agustus 1945, sedangkan Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Akan tetapi, dalam soal kemajuan, Indonesia seperti tertinggal 20 tahun bahkan lebih dari Korea Selatan. Kita bahkan tertinggal dibanding dengan negara-negara yang lebih belakangan merdeka. Kita tertinggal, misalnya, oleh negara tetangga Singapura yang baru merdeka pada 1965. Jangan-jangan dalam waktu tak terlalu lama, kita juga tertinggal oleh negara yang merdeka lebih belakangan lagi seperti Vietnam.
Oleh karena itu, tidak ada jalan lain, kecuali kita mengejar kemajuan untuk menyamai negara-negara lain. Bahkan kita harus mampu ‘menyalip di tikungan’ agar kita lebih maju dari mereka. Pertanyaannya, sanggupkah kita melakukannya di usia, yang bila diibaratkan manusia, terbilang tua? Tentu saja harus sanggup karena bertambah usia merupakan kepastian, tetapi menjadi tua ialah pilihan.
Kita tentu tidak hendak memilih menjadi tua. Kalaupun tua, kita tak boleh renta sehingga kita tetap punya semangat mengejar kemajuan. Pertanyaan berikutnya, dari mana kita harus mulai? Kita mesti memulainya dengan memperkuat pelembagaan politik. Itu karena berbagai kebijakan mendasar di suatu negara merupakan hasil keputusan politik. Hanya lembaga politik yang kuat dan mapan yang mampu menghasilkan kebijakan mumpuni.
Negara-negara yang pelembagaan politiknya mapan terbukti menikmati kemajuan. Amerika Serikat, Korea Selatan, atau Singapura merupakan beberapa negara yang menikmati kemajuan karena kuat dan mapannya lembaga-lembaga politik mereka. Indonesia sudah memilih jalan demokrasi untuk mencapai kemajuan. Oleh karena itu, kita pertama-tama harus memperkuat lembaga demokrasi.
Sistem demokrasi yang kita pilih ialah sistem presidensial. Oleh karena itu, yang perlu kita lakukan berikutnya ialah memperkuat lembaga kepresidenan khususnya dan lembaga eksekutif umumnya. Kita tahu eksekutif memutuskan sekaligus menjalankan berbagai kebijakan dan program. Hanya eksekutif yang kuat, mapan, dan mumpuni yang sanggup melaksanakan berbagai kebijakan dan program untuk kemajuan.
Negara yang gagal melakukan pelembagaan atau institusionalisasi politik bukan saja tak akan mencapai kemajuan, melainkan juga akan menjadi negara gagal.
Bila enggan atau gagal melakukan pelembagaan politik, Indonesia bukan tidak mungkin juga akan menjadi negara gagal. Jika itu terjadi, usia 71 tahun pada 17 Agustus 2016 ini memang menandakan Indonesia sudah tua, lalu renta, dan kemudian mati. Jangan sampai. Indonesia harus menjadi negara sukses.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved