Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
VAKSIN merupakan produk farmasi yang dipergunakan sebagai bahan untuk membangun kekebalan tubuh melalui imunisasi.
Dengan vaksinasi dan imunisasi, kekebalan tubuh manusia terhadap berbagai macam penyakit ditumbuhkan sejak usia dini.
Melalui vaksinasi dan imunisasi pula cacat tubuh dan kematian dicegah, sehingga penurunan kualitas hidup akibat berbagai penyakit dapat dicegah.
Apa jadinya jika vaksin yang diharapkan menumbuhkan kekebalan tubuh bagi anak-anak kita ternyata merupakan produk palsu? Apa pula yang akan terjadi jika zat yang diklaim merupakan vaksin itu berisi kandungan kimiawi yang dapat merusak tubuh?
Fakta mengerikan itulah yang terjadi dan terungkap dalam sepekan terakhir ini.
Jajaran Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri mengungkap pembuatan dan peredaran vaksin palsu untuk bayi dan balita, pekan lalu.
Para pelaku yang ditangkap pihak berwajib mengaku mengedarkan produk farmasi berupa obat atau vaksin palsu, seperti campak, polio, hepatitis B, tetanus, dan BCG.
Dari pengakuan para tersangka, diketahui bahwa vaksin palsu dibuat menggunakan campuran antibiotika dan cairan infus.
Kita sangat terkesiap dengan fakta penemuan vaksin palsu tersebut. Meski ini bukan pertama kalinya produk-produk farmasi palsu terungkap, tetap saja hal itu membuat kita sangat cemas.
Apalagi belakangan terungkap bahwa wilayah peredaran vaksin palsu tersebut sangat luas.
Tidak hanya di Pulau Jawa, vaksin imitasi itu telah pula beredar sampai Sumatra.
Yang jauh lebih mengerikan, praktik pembuatan dan peredaran vaksin palsu tersebut telah berlangsung selama lebih dari 10 tahun.
Dengan cakupan seluas itu dan masa peredaran selama itu, berapa jumlah anak-anak kita yang menjadi korban vaksin palsu tersebut?
Apa pula dampak negatif yang dapat ditimbulkan terhadap puluhan ribu dan mungkin ratusan ribu anak-anak kita?
Karena itu, kita sependapat dengan pandangan bahwa terungkapnya kasus penyebaran vaksin palsu merupakan bagian dari kelalaian negara dalam melindungi warga negara, terutama generasi mendatang bangsa ini.
Harus kita sadari benar bahwa kelalaian ini fatal dan berpotensi sangat buruk terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak kita.
Pemerintah harus mengambil langkah menyeluruh untuk mengetahui secara pasti cakupan peredaran dan seberapa besar jumlah anak-anak bangsa ini yang menjadi korban dalam waktu 10 tahun pembuatan dan peredaran vaksin palsu tersebut.
Pemerintah selanjutnya harus melakukan assesment terhadap dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari zat palsu itu.
Kita juga mau rencana vaksinasi ulang bagi anak-anak yang dinyatakan mendapatkan vaksin palsu agar keamanannya dipastikan.
Intinya, kita menginginkan negara menebus kelalaiannya dalam perkara vaksin palsu ini dengan melakukan sejumlah langkah.
Pertama, menangani korban vaksin palsu.
Kedua, menghukum siapa pun yang lalai dan terlibat pembuatan dan peredaran vaksin palsu tersebut.
Ketiga, meningkatkan pengawasan agar tak ada lagi vaksin palsu beredar di negara ini.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved