Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKERINGAN sesungguhnya fenomena biasa. Sebagai rnnegara tropis dengan dua musim, hujan dan kemarau setiap tahun datang rnsilih berganti. Fenomena biasa itu bisa menjadi bencana jika kita gagal mengantisipasinya.
Musim kemarau, misalnya, berarti bencana kekeringan. Akibat kekeringan, krisis bisa terjadi. Mulai krisis air bersih hingga krisis pangan.
Mulai penyakit musim kemarau semisal demam berdarah rnhingga krisis listrik akibat kekeringan waduk untuk pembangkit listrik rntenaga air. Belum lagi ancaman kebakaran hutan.
Bencana akibat kekeringan bisa diminimalkan jika pemerintah cekatan dan cerdas mengantisipasi dan mencarikan solusi. Antisipasi itu bisa dilakukan jika pemerintah cerdas rnmemanfaatkan informasi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, rndan Geofisika (BMKG).
BMKG sudah memprediksikan musim kemarau tahun ini bakal lebih lama. Penyebabnya, awal musim hujan 2015 mundur satu sampai dua bulan. Bahkan, di daerah-daerah tertentu, musim kemarau berlangsung hingga Februari 2016.
Kesiapsiagaan menghadapi kekeringan ini pasti rnmemerlukan kelembagaan yang solid mulai level prediksi dan antisipasi rnhingga saat penanggulangan. Kata kuncinya ialah koordinasi antarlembaga pemerintahan yang solid. Sayangnya, koordinasi itu yang belum tampak.
Pada level penanggulangan, kita mengharapkan badan rnpenanggulangan bencana di pusat dan daerah bergerak cepat menyiapkan rnbantuan bahan pangan.
Keterlambatan dalam memobilisasi dan memberikan bantuan akan berakibat makin parahnya penderitaan warga. Penderitaan itulah yang dialami sejumlah warga di Nusa Tenggara Timur akibat kelaparan.
Harus jujur dikatakan, pemerintah seakan-akan gagap menanggulangi dampak kekeringan. Padahal, penanggulangan itu masuk kategori solusi jangka pendek.
Akan tetapi, jujur pula dikatakan bahwa pemerintah rnterlihat cerdas membuat solusi jangka panjang. Solusi jangka panjang rnyang sudah disiapkan pemerintah antara lain pembangunan waduk.
Pemerintah gencar membangun waduk di berbagai daerah. Agar sumber air untuk waduk terjamin, pemerintah juga gencar melakukan reboisasi dan mencegah kebakaran hutan. Tidak kalah penting ialah menjamin stok beras untuk mengantisipasi kekurangan pangan akibat kekeringan.
Langsung atau tidak, keberadaan Peraturan Presiden rnNomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Harga Kebutuhan rnPokok dan Barang Penting bisa dianggap solusi jangka panjang.
Peraturan itu dibuat untuk menjamin ketersediaan dan rnstabilisasi harga barang yang beredar di pasar sekalipun kekeringan rnmelanda negeri ini.
Pemerintahan yang baik pasti memiliki manajemen krisis yang baik. Kemampuan mengantisipasi dan menanggulangi dampak kekeringan menjadi ujian sesungguhnya dari manajemen krisis itu.
Manajemen krisis pasti mampu mencegah musim kering sebagai musim derita.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved