Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KALIMAT 'saat ini zamannya anak muda'KALIMAT memang tidak salah. Secara populasi, kaum yang digolongkan sebagai generasi muda, yakni generasi milenial dan generasi Z boleh dibilang sedang banyak-banyaknya. Setidaknya di Indonesia, merekalah yang dalam beberapa tahun terakhir mendominasi populasi penduduk.
Hasil Sensus Penduduk 2020 membuktikan hal itu. Jumlah generasi Z tercatat sebagai yang terbesar yakni mencapai 75,49 juta jiwa atau 27,94% dari total penduduk di Indonesia. Lalu, generasi milenial menjadi yang paling dominan kedua dengan jumlah 69,38 juta jiwa penduduk atau 25,87% dari total populasi.
Jumlah sangat besar ini tentu saja merupakan modal, sumber daya, sekaligus pasar yang mesti dikelola dengan baik untuk menjadi sebuah kekuatan. Tidak melulu dari sisi ekonomi, sosial, dan seni budaya, tapi juga di bidang politik. Tahukah Anda bila generasi milenial dan generasi Z akan menjadi kelompok pemilih dengan proporsi terbesar di Pemilu 2024?
Jika Pemilu 2019 lalu jumlah pemilih muda mencapai 70 juta-80 juta jiwa atau sekitar 35%-40% dari 193 juta pemilih, pada Pemilu 2024 jumlah mereka yang dikategorikan berada di rentang umur 17-38 tahun itu diprediksi akan naik dan menembus 60% dari total pemilih. Sungguh sebuah jumlah yang amat besar dan sangat signifikan untuk diperebutkan suaranya di Pemilu 2024.
Pada saat yang sama, posisi dan fungsi kaum muda ini teramat strategis karena dengan jumlah itu mereka akan memiliki pengaruh besar terhadap hasil pemilu. Keikutsertaan serta pilihan mereka pada ujungnya bakal berpengaruh terhadap baik-buruknya masa depan bangsa ini.
Persoalan selanjutnya ialah bagaimana membangun antusiasme anak-anak muda tersebut agar mau mengikuti pemilu. Sudah menjadi rahasia umum bahwa respons kaum muda terhadap politik secara umum, dan tentu saja beserta turunan-turunannya seperti partai politik dan pemilu, justru cenderung apatis.
Selama ini, setidaknya menurut survei yang pernah dilakukan Indikator Politik Indonesia, tahun lalu, mereka menilai partai politik atau politisi di Indonesia tidak terlalu baik dalam mewakili aspirasi masyarakat. Artinya, modal besar secara jumlah yang dimiliki generasi muda sesungguhnya bisa menjadi seperti mata pisau.
Jika mampu diarahkan dengan baik, mereka akan menjadi kekuatan perubahan yang teramat dahsyat bagi negeri ini. Namun, di lain sisi, jika kekecewaan-kekecewaan karena perasan tidak terwakili itu terus menumpuk, yang akan tumbuh adalah apatisme. Jika begitu, mereka malah berpeluang menjadi penyumbang golput terbesar dalam Pemilu 2024.
Mungkin yang punya tanggung jawab untuk merebut kembali kepercayaan kaum muda ialah partai politik karena merekalah saluran politik yang paling sahih dalam sistem politik di Indonesia. Parpol semestinya menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi kaum muda dalam menyalurkan aspirasi politiknya.
Akan tetapi, kewajiban untuk menggairahkan antusiasme golongan muda masuk ke dalam politik, atau setidaknya turut serta dalam pemilu, sebetulnya juga melekat kepada semua pihak. Jika kita ingin bangsa ini berubah dan bergerak maju, ajaklah anak-anak muda berkontribusi. Menggunakan hak pilih mereka dalam pemilu ialah salah satu bentuk kontribusi tersebut.
Kampanye Muda, Memilah, Memilih yang diinisiasi Media Group Network melalui platform Medcom.id yang diluncurkan, kemarin, sejatinya juga sebuah upaya membantu kaum muda untuk mengerek level antusiasme dan menurunkan tensi apatisme mereka terhadap Pemilu 2024.
Melalui gerakan dan kampanye seperti ini, kita menginginkan keterlibatan generasi muda dalam politik dan pemilu semakin meningkat. Tidak sekadar ikut memilih, tapi juga cerdas dalam memilah pilihan-pilihan yang ada. Anak muda semestinya ada di barisan terdepan dalam menciptakan politik yang cerdas.
Pada akhirnya nanti, ketika anak muda tak lagi alergi dengan politik, tidak apatis terhadap pemilu, bahkan banyak yang terjun langsung di politik praktis, maka kita dapat berharap nilai-nilai politik yang lebih segar yang mereka bawa akan membawa pemerintahan dan negara ini menjadi lebih bersih, berwibawa, dan berkualitas.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved