Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HIDUP dan tumbuh kembang di Tanah Air tidak lepas dari tuntunan ideologi yang telah disepakati bersama sejak bangsa ini berdiri. Pancasila hadir sebagai perekat bangsa Indonesia yang beragam. Ideologi tersebut memberikan pedoman bertingkah laku, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara selaku manusia Indonesia.
Tuntunannya tidak ada kecondongan pada etnik, agama, ataupun kelompok sosial tertentu. Itu sebabnya ideologi Pancasila tetap relevan hingga kini mengiringi perjalanan bangsa.
Sayangnya, cara pandang terhadap Pancasila yang tidak membeda-bedakan latar belakang sosial budaya ini mulai luntur. Dalam survei yang digelar Universitas Gadjah Mada (UGM) Maret lalu, hampir seluruh responden atau tepatnya 90,6% memang menyatakan setuju Pancasila adalah ideologi NKRI untuk menentukan identitas bangsa Indonesia.
Namun, dalam pernyataan bahwa Pancasila adalah ideologi untuk mewujudkan negara bangsa Indonesia yang religius berdasarkan agama mayoritas/Islam, ada sebanyak 63,5% responden yang setuju dan sangat setuju. Jumlah responden yang tegas menyatakan tidak setuju/sangat tidak setuju dengan pernyataan itu hanya 26,8%.
Sebelumnya, dalam survei CSIS, ada sekitar 10% responden milenial yang setuju Pancasila diganti. Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada 2018 juga mencatat penurunan 10% masyarakat pro-Pancasila jika dibandingkan dengan pada 2005 hingga tinggal 75,3%.
Bahkan, angka pro-Pancasila terus menurun dalam empat survei sepanjang 2005-2018. Sebaliknya, responden yang menyatakan setuju NKRI bersyariah naik 9%.
Tren tersebut menunjukkan adanya pergeseran cara pandang terhadap dasar negara ini yang dapat berujung pada melonggarnya daya rekat Pancasila. Malah bisa dibilang hal itu sudah terjadi, ditandai oleh maraknya kasus-kasus intoleransi antarumat beragama. Pelakunya beragam, mulai dari masyarakat, tokoh, hingga pemerintah.
Fenomena ini tidak lepas dari lemahnya pengamalan nilai-nilai Pancasila yang luhur. Keteladanan perlahan menghilang hingga kaum muda kesulitan mendapatkan anutan. Kabar baiknya, masih lebih banyak generasi muda yang meyakini Pancasila sebagai perekat bangsa.
Untuk bisa menjadi perekat, nilai-nilai yang imparsial alias tidak berpihak atau condong pada kelompok masyarakat tertentu merupakan pilar utama. Yang mesti dilakukan ialah memupuk dan memperkuat keyakinan tersebut, kemudian mewariskannya kepada generasi selanjutnya.
Tantangan terbesar ada pada upaya membumikan nilai-nilai Pancasila agar benar-benar diamalkan, bukan sekadar sebagai hafalan. Dalam hal ini, terkadang perlu 'musuh bersama'.
Kebetulan, Indonesia tengah berjuang melawan wabah covid-19. Perlu komitmen gotong royong yang kuat dalam mengefektifkan pencegahan penularan covid-19 melalui pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di seluruh daerah.
Contohnya, tetangga sekitar bergerak membantu keluarga yang menjalani isolasi mandiri sehingga mereka benar-benar tidak perlu keluar rumah sampai terbebas dari covid-19. Anggota masyarakat yang terinfeksi juga tidak perlu takut melapor kepada ketua RT/RW setempat.
Pun dalam hal vaksinasi. Perusahaan-perusahaan bergerak membantu pemerintah membiayai vaksinasi bagi karyawan mereka. Pemerintah bisa lebih memfokuskan anggaran untuk vaksinasi kelompok masyarakat lainnya.
Vaksinasi tetap gratis bagi seluruh masyarakat yang menjadi sasaran sehingga sama sekali tidak memberatkan. Sesuai dengan nilai-nilai Pancasila pula, masyarakat seyogianya antusias menerima vaksin, bukan malah menolak, apalagi dengan alasan tidak percaya adanya covid-19.
Bila ingin menang, mau tidak mau segenap komponen bangsa mesti menyampingkan perbedaan agar bisa bersatu mengenyahkan pandemi.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved