Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WABAH virus korona tipe baru (2019-novel coronavirus/nCoV) telah menguji banyak sisi kehidupan. Bukan hanya soal kecanggihan teknologi medis, melainkan juga kemanusiaan kita.
Jumlah korban tewas yang mencapai 425 orang dari 20.696 kasus terinfeksi memang membuat virus itu bagai malaikat pencabut nyawa. Semakin bertambahnya negara yang terjangkiti, hingga kini sudah 28 negara mengonfirmasi adanya kasus, juga membuat ketakutan kian jadi.
Dalam berbagai kondisi, kita telah melihat bahwa ketakutan berlebihan atau fobia bisa menciptakan petaka lain. Dengan tumpulnya akal dan nurani, alih-alih menyelesaikan masalah utama, bangsa ini bisa tertimpa konflik lain yang tidak kalah pelik.
Inilah yang telah menjadi pelajaran awal kita dari reaksi keras warga lokal atas penempatan karantina 238 saudara sebangsa di Natuna. Minimnya sosialisasi, ditambah derasnya hoaks terkait dengan wabah korona, membuat kerusuhan hampir pecah di kabupaten yang selama ini dikenal damai itu.
Kita patut bersyukur bahwa reaksi keras warga lokal itu kini sudah dapat diredakan. Namun, itulah alarm bagi kita bersama. Fobia seperti itu bukan tidak mungkin terjadi di wilayah lain di Tanah Air.
Tentu sekali lagi, kita juga tidak dapat menutup mata akan minimnya sosialisasi pemerintah pusat, bahkan kepada pemerintah daerah sendiri. Ini merupakan kesalahan besar yang tidak boleh terulang.
Karena itu, sosialisasi segala hal tentang korona haruslah dilakukan merata di seluruh negeri. Ini tak hanya terhadap kota-kota yang menjadi rujukan karantina ataupun lokasi rumah sakit penanganan wabah, tetapi juga karena jalan masuk virus itu yang memang sangat luasnya.
Tidak hanya itu, edukasi intens juga harus dilakukan di daerah-daerah yang menjadi asal ke-238 WNI yang sedang dikarantina tersebut. Pemerintah harus bermitra dengan aparat setempat dan juga tokoh daerah untuk memastikan kesiapan warga sekitar.
Masyarakat harus benar-benar mengerti bahwa setiap orang yang telah dinyatakan lulus karantina berarti bersih dari virus korona. Mereka selayaknya warga lain yang memiliki hak untuk beraktivitas normal. Jangan jauhi mereka.
Justru sudah sepantasnya pula nurani kita terpanggil untuk ikut membantu mereka menjalani transisi kehidupan yang tidak direncanakan tersebut.
Sebagaimana diketahui, hampir seluruh WNI tersebut merupakan mahasiswa yang tengah menimba ilmu di Wuhan, Tiongkok. Lumpuhnya Kota Wuhan berarti ikut membuat kelanjutan studi dan masa depan mereka terkatung-katung. Maka, sesungguhnya bukan hanya dukungan moral dari orang terdekat, para mahasiswa juga membutuhkan bantuan jembatan studi dari sivitas akademi di dalam negeri.
Lebih jauh lagi, sepatutnyalah kita menolak untuk fobia terhadap korona. Bukan hanya soal interaksi sosial, ketakutan berlebih sesungguhnya telah membuat kita jadi santapan para pencari untung. Contoh mudahnya ialah harga masker N95 yang kini meroket hingga Rp3 juta.
Harga menjulang ini sudah tidak dapat dimaklumi apa pun alasannya. Terlebih, kita sesungguhnya dapat sigap membaca bahwa mafia dan para spekulan bukan hanya ada di komoditas pangan, melainkan juga di setiap komoditas yang tengah dibutuhkan, termasuk medis dan kesehatan.
Oleh sebab itu, aparat semetinya juga bertindak cepat untuk menindak para spekulan berkedok penjual itu. Lalu yang terpenting, sudah saatnya masyarakat kita benar-benar menjadi warga cerdas.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved