Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA sejatinya belum mampu memproduksi guru yang hebat. Sebab, para guru di negeri ini disandera dengan kewajiban-kewajiban administrasi ketimbang diberi kemerdekaan mendidik.
Guru disebut hebat jika ia menjadi sumber inspirasi. Kalau hanya punya kemampuan mengajar, itu disebut guru biasa-biasa saja. Terus terang, negeri ini surplus guru biasa-biasa saja, tapi defisit guru hebat.
Defisit guru hebat yang menjadi sumber inspirasi karena seabrek kewajiban administrasi guru tertuang sangat rinci dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Kewajiban itulah yang menjadi pemicu surplus guru-guru yang tunduk pada administrasi daripada menemukan kreativitas mendidik.
Padahal, dalam undang-undang definisi guru ditulis sangat mulia. Guru didefinisikan sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Kemuliaan profesi guru itu masih sebatas teks. Praktiknya, guru masih mengutamakan kewajiban administrasi yang diatur undang-undang. Guru belum diberi kebebasan penuh untuk menemukan cara-cara baru menjadi pendidik yang kreatif dan inovatif.
Persoalan yang dihadapi para guru sudah ditangkap dengan jeli oleh Mendikbud Nadiem Anwar Makarim dalam pidatonya yang diunggah di webside resmi pada 22 November. Nadiem mengatakan para guru ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu mereka habis mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas. Karena itu, ia berjanji untuk memperjuangkan kemerdekaan belajar.
Kemerdekaan belajar yang dijanjikan Mendikbud itu sejalan dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang mementingkan kemerdekaan berpikir anak didik. Pendidikan Indonesia mestinya pendidikan yang memerdekakan siswa. Tugas guru ialah membimbing siswa agar menjadi orang yang sungguh-sungguh merdeka lahir dan batin.
Dalam perspektif membimbing siswa menjadi manusia merdeka itulah guru hendaknya menjadi sumber inspirasi. Keutamaan seorang guru terletak para keteladanan sikap, bukan sekadar berkata-kata manis di depan kelas.
Guru dituntut untuk lebih fleksibel, lebih kreatif, lebih menarik, dan lebih menyenangkan siswa. Kemajuan teknologi komunikasi telah membawa perubahaan besar, yaitu kelas bukan lagi satu-satunya tempat mencari pengetahuan. Siswa bisa leluasa berselancar mencari pengetahuan di internet.
Di era revolusi industri 4.0, para guru dituntut sanggup menularkan sikap dan budaya kreatif kepada siswa. Karena itu, guru tetaplah guru, tidak bisa digantikan oleh mesin secanggih apa pun. Dia harus memiliki kemampuan responsif pada perkembangan teknologi, termasuk memiliki sikap dan budaya kreatif yang bisa ditularkan kepada para siswa.
Guru tetap abadi menjadi profesi mulia untuk membentuk karakter anak bangsa dengan budi pekerti yang luhur, toleransi, dan nilai-nilai kebaikan. Guru punya kemampuan menumbuhkan empati sosial, membangun imajinasi, membangun kreativitas, serta mengukuhkan semangat persatuan dan kesatuan.
Kemerdekaan belajar yang dijanjikan Mendikbud Nadiem hendaknya segera diikuti revisi secara menyeluruh semua undang-undang yang terkait dengan pendidikan. Tanpa revisi undang-undang, janji kemerdekaan belajar itu hanyalah pepesan kosong. Sebab, sistem pendidikan yang kini diterapkan itu berlandaskan undang-undang yang ada.
Menuntut guru sebagai satu-satunya sumber inspirasi juga tidak tepat. Mestinya inspirasi bisa datang dari mana saja termasuk media massa, terutama televisi. Elok nian bila televisi menampilkan program-program yang memberi ilham kepada publik.
Tidak kalah pentingnya ialah keteladanan para elite di ruang publik. Sudah saatnya para elite satu kata dengan perbuatan karena mereka menjadi figur panutan. Sia-sia jika di dalam kelas para siswa diajarkan untuk tidak korupsi, tetapi di ruang publik mereka melihat para elite ramai-ramai korupsi.
Terus terang, negeri ini membutuhkan lebih banyak lagi penebar inspirasi.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved