Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAN ulama sejatinya tidak hanya menjaga agama dan umat, tetapi juga mempunyai tanggung jawab besar untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara. Tanggung jawab ulama dituntut jauh lebih besar lagi di saat Ramadan datang setelah pemilu.
Setelah pemilu suasana politik masih saja memanas karena saling klaim kemenangan tanpa sabar menunggu keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei. Suasana kian memanas karena para elite politik tidak mampu menjaga lisan yang terkesan berpotensi menyulut bara konflik horizontal.
Pemikiran para ulama sangat dibutuhkan dalam kondisi bangsa saat ini. Pemikiran itu hendaknya menjadi pelita yang menuntun langkah membangun Indonesia sebagai bangsa yang jauh lebih bermartabat dan berbudaya.
Dalam perspektif itulah publik mengapresiasi Rapat Pleno Komisi Fatwa MUI yang menyerukan untuk menghormati lembaga negara yang diberikan tugas dan kewenangan oleh konstitusi, memercayakan kepada lembaga yang memiliki kewenangan dan kompetensi untuk menjalankan tugas secara baik terkait dengan proses pemilu hingga tuntas.
Seruan Komisi Fatwa MUI sangat relevan dan ampuh untuk menangkis tudingan sepihak bahwa telah terjadi berbagai kecurangan dan kejahatan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif dalam proses penyelenggaraan Pemilu 2019. Apalagi jika tudingan itu disertai tuntutan untuk mendiskualifikasi pasangan tertentu.
Terus terang, beruntung Indonesia memiliki ulama-ulama yang konsisten dan konsekuen terhadap kebangsaan. Mereka merupakan guru bangsa yang tanpa lelah mendampingi masyarakat dengan keilmuan. Selalu memberikan nasihat bijak untuk merawat persatuan dalam perbedaan.
Nasihat bijak itu dihasilkan dari multaqo (pertemuan) alim ulama, habaib, dan cendekiawan muslim seluruh Indonesia di Jakarta, pekan lalu. Para ulama menyerukan pentingnya keutuhan bangsa dan negara dalam bingkai kesatuan. Hendaknya itu tidak boleh rusak karena perbedaan pilihan politik dalam pesta demokrasi. Umat harus menjunjung sikap demokratis dan keadaban agar keutuhan bangsa dan negara semakin kuat.
Perbedaan pilihan politik ialah keniscayaan sehingga bukan alasan untuk saling memusuhi. Mestinya perbedaan pilihan politik hanya ada sebelum masuk bilik suara. Begitu keluar dari bilik suara, semua kembali bersatu dan bersaudara.
Ajakan kembali bersatu hendaknya terus dikumandangkan selama Ramadan. Karena itulah, sangat tepat ajakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir agar jangan menggunakan masjid tempat kemudaratan dalam arti menyebarkan kebencian, permusuhan, hilangnya rasa damai, dan menimbulkan masalah dalam kehidupan.
Peran ulama dan tokoh agama lainnya tercatat dengan tinta emas dalam lintas sejarah bangsa ini. Mereka berperan penting, sangat penting dalam merebut kemerdekaan, merumuskan format negara, mengisi kemerdekaan, dan menjaga keutuhan bangsa hingga kini.
Bangsa ini sangat merindukan kehadiran ulama yang menyejukkan, yang menyatukan, bukan membelah masyarakat berdasarkan pilihan politik dalam pemilu. Ulama yang membawa gerakan politik profetik-etik, bukan politik profan, menerobos moral dan etika.
Elok nian bila ulama menjadi anutan masyarakat yang dapat menjadi modal dalam mengikat tenunan persaudaraan baik persaudaraan beragama maupun persaudaraan berbangsa.
Apalagi selama Ramadan, ulama hendaknya bersama-sama masyarakat memerangi ujaran kebencian, menjauhi fitnah, dan hoaks. Masyarakat dituntun untuk tekun dan konsisten berada di jalan adab kesantunan.
Sudah saatnya ulama membimbing, mengasuh, dan mengayomi umat untuk bersama-sama menyayangi Indonesia. Ketidakpuasan terhadap pemilu harus disampaikan dengan cara yang damai, bijak, dan melalui jalur hukum sesuai konstitusi.
Peran ulama sangat strategis setelah pemilu, apalagi di masa Ramadan, untuk merajut kembali tenun kemajemukan yang terkoyak untuk kepentingan politik. Masyarakat merindukan kehadiran ulama yang lisannya menyejukkan dan perbuatannya patut diteladani.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved