Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GLOBALISASI yang ditopang kemajuan teknologi informasi berpotensi mengikis rasa kebangsaan dan nasionalisme. Teknologi seluler dan internet menjadikan dunia satu, satu sama lain bisa berkomunikasi langsung tanpa dibatasi sekat negara.
Dunia yang satu itu menimbulkan kekhawatiran tergerusnya rasa kebangsaan dan nasionalisme jika tidak dibarengi dengan literasi yang memadai. Anak-anak muda yang terpapar globalisasi menempatkan kebanggaan sebagai warga dunia di atas kebanggaan sebagai warga sebuah negara.
Kekhawatiran itu juga melanda Indonesia. Sebab, generasi terkini lebih gandrung menikmati budaya luar. Musik dan serial film Korea lebih banyak dinikmati, juga budaya Barat lebih banyak menyita perhatian para milenial.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi termasuk yang mengkhawatirkan nasionalisme generasi muda. Karena itulah ia mengeluarkan surat imbauan tentang menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum pemutaran film di bioskop. Surat bernomor 1.30.1/Menpora/I/2019 itu diteken pada 30 Januari.
Dalam surat tersebut, Imam menyatakan alasan dirinya memberikan imbauan guna meningkatkan rasa nasionalisme dan mewujudkan generasi muda yang bangga serta cinta pada Tanah Air.
Belum sempat dilaksanakan, surat itu resmi dicabut kemarin. Alasan pencabutan karena adanya resistensi yang tinggi. Kemenpora pun meminta maaf karena sudah membuat kegaduhan atas imbauan yang kemudian menjadi polemik.
Kurang elok bila tujuan yang baik menempuh cara-cara yang tidak bersahabat dengan generasi muda. Maksud menumbuhkan nasionalisme justru ditangkap sebagai bentuk indoktrinasi yang seharusnya ditinggalkan bersamaan dengan runtuhnya Orde Baru.
Kiranya perlu dicarikan cara-cara kreatif untuk menumbuhkan rasa mencintai Indonesia di kalangan milenial. Kaum muda itu memuliakan daya-daya kreatif. Mestinya Kemenpora menyediakan ekosistem yang baik bagi pengembangan kreativitas anak muda yang pada akhirnya menumbuhkan rasa kebangsaan dan nasionalisme. Bukan menganjurkan menyanyikan Indonesia Raya di bioskop.
Bagaimana dan di mana lagu Indonesia Raya dinyanyikan sudah diatur secara detail dalam Undang-Undang No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Tidak ada satu kalimat pun perintah dalam undang-undang untuk menyayikan lagu kebangsaan sebelum pemutaran film di bioskop.
Mereka yang datang ke bioskop tentu saja untuk menikmati hiburan. Sulit membayangkan para penonton yang sebagian besar anak muda itu harus berdiri tegak dengan sikap hormat sesuai amanat Pasal 62 UU 24/2009 ketika lagu kebangsaan dinyanyikan sesaat sebelum film diputar.
Kendati imbauan itu hanya berdurasi dua hari, tidak berarti Menpora Imam Nahrawi lepas tanggung jawab untuk mencari kreativitas baru untuk menumbuhkan nasionalisme di kalangan pemuda.
Ada banyak cara untuk memperkukuh rasa nasionalisme. Dalam menanamkan rasa cinta Tanah Air tidak cukup menonjolkan aspek simbolis dan artifisial. Namun, yang lebih penting ialah melalui pendidikan dan pendekatan kebudayaan.
Faktor yang lebih penting lagi ialah melakukan pendekatan yang lebih nyata, yaitu dengan kebijakan untuk mendorong prestasi di berbagai bidang. Terkait tugas Kemenpora ialah membangun prestasi olahraga nasional.
Jika olahraga meraih prestasi di tingkat dunia secara otomatis nasionalisme akan tumbuh dan semakin kukuh di tengah bangsa Indonesia. Pada saat para atlet meraih medali emas, pasti bendera Merah Putih dikibarkan diiringi lagu Indonesia Raya.
Elok nian bila Menpora bekerja sekuat tenaga untuk mendulang prestasi olahraga di ajang internasional sehingga bendera Merah Putih terus dikibarkan bersamaan dengan menyanyikan Indonesia Raya. Tak perlulah mengurus lagu Indonesia Raya di bioskop segala, itu cuma nasionalisme artifisial.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved