Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LAGI-LAGI terorisme unjuk diri sebagai ancaman superserius bagi kelangsungan hidup bangsa ini. Ia musuh besar yang harus dihadapi dengan tekad dan kemauan besar dari seluruh komponen bangsa tanpa terkecuali. Terorisme memang sudah lama menjadi parasit di negeri ini.
Namun, dari hari ke hari, bulan ke bulan, dan tahun ke tahun, ia bukannya menipis, melainkan bertambah eksis. Sepak terjangnya pun kian sadis dan bengis. Kasus bom bunuh diri di Surabaya oleh satu keluarga dan aksi teror di beberapa tempat lainnya akhir-akhir ini menjadi bukti.
Harus kita sadari bahwa teroris masih ada di sekitar kita. Begitu banyak terduga teroris yang kemudian diringkus aparat menunjukkan bahwa ancaman mereka bisa datang setiap kala. Artinya, kepedulian dan kewaspadaan tingkat tinggi merupakan kemestian untuk menghadapi mereka.
Kita mendukung penuh langkah aparat yang gencar menangkap dan menindak para terduga teroris. Sebagai bagian dari rumpun tidak pidana, terorisme memang harus dihadapi dengan penegakan hukum. Memburu dan membongkar jaringan para penjahat kemanusiaan itu sudah seharusnya dilakukan sebagai reaksi atas aksi biadab mereka.
Namun, menegakkan hukum saja tidaklah cukup untuk memberangus terorisme. Meringkus, menembak mati, atau menghukum mati mereka sekadar ibarat memadamkan kebakaran, tetapi tidak menuntaskan persoalan. Artinya, selama sumber api tak dimatikan, teroris akan terus bermunculan.
Pada konteks itulah, tepat rasanya penegasan Presiden Joko Widodo bahwa penegakan hukum dan membongkar jaringan teroris hingga ke akar-akarnya harus diimbangi dengan pendekatan soft power. Menurut Presiden, deradikalisasi mutlak pula dioptimalkan bukan cuma buat mantan teroris, melainkan juga untuk membersihkan lembaga pendidikan di semua jenjang dan mimbar umum dari paham sesat terorisme.
Kita sepakat, amat sepakat, memberantas terorisme mustahil berhasil tanpa bicara pencegahan. Penindakan saat terjadi teror memang penting, tetapi mencegah agar aksi teror tidak terjadi tak kalah penting. Memberangus teroris memang keharusan, tetapi mematikan benih-benih teroris sebelum tumbuh dan bersemai juga keniscayaan.
Upaya untuk mencegah kaderisasi teroris pun semakin mendesak karena benih-benih mereka siap berbiak. Celakanya lagi, dunia pendidikan kita mulai taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi telah menjadi ladang bertumbuhnya benih-benih itu.
Hasil banyak survei memperlihatkan fenomena mencemaskan karena cikal bakal radikalisme mendapat tempat di sekolah-sekolah. Survei Setara Institute terhadap siswa SMA negeri di Bandung dan Jakarta pada 2015, misalnya, menunjukkan 8,5% siswa setuju dasar negara diganti dengan agama dan 9,8% mendukung gerakan Negara Islam di Irak dan Suriah.
Pun dengan survei LIPI pada 2016, 25% siswa dan 21% guru menyatakan Pancasila tidak lagi relevan, serta 84,8% siswa dan 76,2% guru setuju dengan penerapan syariat Islam. Survei Badan Nasional Penanggulangan Terorisme pada 2017 juga menunjukkan 39% mahasiswa di 15 provinsi di Indonesia terindikasi tertarik pada paham radikal.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved