Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SERANGAN bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo dari Minggu hingga Senin (14/5) kian menegaskan bahwa terorisme masih menjadi ancaman nyata di Indonesia.
Aksi terorisme itu pada satu sisi memunculkan kecaman dan kemarahan publik. Dikecam karena pelaku aksi keji yang memakan banyak korban jiwa dan luka-luka itu ialah keluarga. Publik marah, sangat marah, karena anak-anak mereka yang tidak berdosa juga dilibatkan, dikorbankan.
Kita, seperti kata pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel, harus memandang anak pelaku bom bunuh diri sebagai korban, bukan teroris. Jangan sampai kita menabalkan stigma negatif kepada mereka sebagai 'anak teroris', apalagi 'teroris'.
Pada sisi lain, teror bom yang merendahkan nilai-nilai kemanusiaan itu justru menumbuhkan rasa solidaritas di tingkat masyarakat. Serangan teroris justru memperteguh rasa persaudaraan sebagai bangsa, serta membulatkan tekad untuk berani melawan terorisme.
Keberanian itulah yang diperlihatkan ribuan orang di Surabaya yang berkumpul untuk memanjatkan doa bagi para korban. Warga lainnya berbondong-bondong datang ke Palang Merah Indonesia (PMI) untuk mendonorkan darah mereka bagi para korban terluka.
Warga berkumpul di Monumen Tugu Pahlawan, tepatnya di depan Kantor Gubernur Jawa Timur pada Minggu (13/5) malam. Mereka yang tak dibatasi sekat agama, etnik, dan status sosial ekonomi melakukan aksi solidaritas bertajuk Seribu Lilin untuk Surabaya terkait dengan kejadian teror bom di tiga gereja pada pagi harinya.
Harus tegas dikatakan, aksi seribu lilin itu memancarkan sinar keberanian yang sangat luar biasa di tengan situasi yang saat itu mencekam. Disebut mencekam karena pada malam yang sama terjadi ledakan bom di Sidoarjo dan keesokan harinya Kantor Polrestabes Surabaya diserang bom kendaraan.
Aksi solidaritas untuk Surabaya muncul juga di kota-kota lainnya di Indonesia. Solidaritas yang diwujudkan dalam ragam rupa itu hanya mau menegaskan bahwa rakyat tidak pernah takut. Tadi malam aksi solidaritas juga ditunjukkan warga Jakarta dengan memanjatkan doa buat para korban bom Surabaya.
Teror yang dimaksudkan untuk menimbulkan efek rasa takut, kecemasan, dan perpecahan itu justru mempertebal rasa kemanusiaan sesama warga bangsa. Warga malah melawan kejahatan atas kemanusiaan yang mengerikan itu dengan tindakan nyata. Pada titik inilah dengan tegas kita katakan bahwa tujuan teroris untuk menyebarkan rasa takut gagal total.
Warga yang saling menolong dan bergandengan erat untuk menjaga Indonesia tidak hanya terjadi di dunia nyata. Di dunia maya pun, warga saling menguatkan dan saling mengingatkan. Mereka saling menguatkan dengan memunculkan misalnya tagar #Kamitidaktakutteroris. Mereka juga saling mengingatkan untuk tidak menyebarluskan foto-foto korban bom.
Sayangnya, solidaritas yang sangat kuat di tingkat warga itu justru keadaannya berbanding terbalik di kalangan elite politik. Mereka malah saling menyalahkan. Pihak-pihak yang tidak punya otoritas dan keahlian untuk memberi pernyataan tentang bom jahanam itu tidak mampu menahan diri. Mereka membuat tuduhan-tuduhan tanpa bukti.
Ada yang menyebutnya sebagai upaya mengalihkan isu. Ada pula yang menyebut itu rekayasa. Kita menyesalkan, sangat menyesalkan, tabiat buruk para politikus yang masih sempat-sempatnya 'berkampanye' di atas duka yang dalam ini. Mereka tidak mampu menahan mulut untuk jangan asal bunyi.
Mereka juga tidak kuasa menahan hasrat mengambil keuntungan di tahun politik ini. Bahkan, mereka mengumbar opini sesat di dunia maya terkait dengan bom Surabaya.
Ketidakkompakan di tingkat elite itu justru memberi angin segar kepada teroris yang merasa seolah-olah mendapatkan dukungan politik. Mestinya, bom yang berpotensi meluluhlantakkan keindonesiaan ini tidak layak dipolitisasi untuk kepentingan politik sesaat dan sesat pula, apalagi untuk kepentingan kontestasi politik.
Terus terang dikatakan bahwa kita menaruh rasa hormat kepada rakyat yang telah memperlihatkan tindakan nyata bersama-sama melawan teroris. Rakyat terus mengikat tali kebersamaan seraya tanpa henti meningkatkan nyali menghadapi aksi bom brutal.
Pada titik ini terus terang kita katakan rakyat lebih waras, lebih punya empati, daripada segelintir elite politik. Malu rasanya kita punya elite politik yang telah kehilangan kewarasan dan empati politik.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved