Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA tiga ciri gaya berpolitik Donald Trump dan pemimpin populis umumnya. Pertama, mengembangkan retorika 'elite versus rakyat'. Kedua, tata krama politik yang buruk, misalnya gaya bicara blakblakan dan ketidakacuhan terhadap formalitas dalam berperilaku. Ketiga, membangun persepsi mengenai krisis dan ancaman.
Gaya politik seperti itu manjur untuk meningkatkan elektabilitas di sejumlah negara, tetapi gagal di negara lain. Le Pan di Prancis dan Wilders di Belanda ialah politikus populis yang gagal memenangi pemilu di negara masing-masing.
Trump salah satu yang merasakan kemanjuran gaya politik populis semacam itu. Dia terpilih sebagai presiden AS. Rakyat Amerika bahkan dunia terkaget-kaget, kok bisa orang macam Trump jadi presiden di negara kampiun demokrasi.
Di Indonesia ada Prabowo Subianto yang, menurut pengamat politik Muhammad Qodari, sebelas-dua belas alias mirip dengan Trump. "Beliau punya strategi membangun ketakutan, pesimisme mengenai situasi dan kondisi Indonesia hari ini maupun di masa yang akan datang, dengan asumsi mereka-mereka yang takut dan pesimistis mengenai kondisi sekarang dan akan datang bakal lari ke dia, mendukung dia, dan tidak mendukung yang sekarang ini (Jokowi)," tutur Qodari.
Pada 19 Maret 2018, misalnya, mengutip Ghost Fleet, novel besutan ahli strategi AS, PW Singer, Prabowo menyebut Indonesia diramalkan bubar pada 2030. Dengan mengatakan itu, Prabowo hendak membangun persepsi bahwa Indonesia berada dalam ancaman bubar.
Dalam kunjungan di Depok, Jabar, Prabowo mengatakan ada 1% rakyat Indonesia yang menguasai hampir 40% kekayaan Indonesia. "Lebih parah lagi, 1% orang Indonesia menguasai 80% tanah Indonesia. Ini adil, tidak?" Prabowo rupanya hendak membangun persepsi bahwa Indonesia mengalami krisis keadilan dalam hal distribusi tanah.
Lalu, pada 31 Maret 2018, saat berpidato di Cikampek, Jawa Barat, dengan berapi-api dia mengecam para elite sebagai kelompok yang tidak setia kepada rakyat. Prabowo dalam hal ini hendak menghadap-hadapkan elite dengan rakyat. Meski Prabowo bagian elite, menurut dirinya sendiri, ia adalah elite yang bertobat.
Dalam pidato di Cikampek itu Prabowo berkata, "Jangan-jangan karena elite kita yang goblok. Sudah serakah, mental maling, tidak setia pada rakyat. Mereka hanya ingin kaya.... Saya lihat muka elite Jakarta penuh tipu." Perkataan yang terbilang kasar itu terang benderang memamerkan tata krama politik yang buruk, yang tidak mengacuhkan formalitas dalam berperilaku.
Dalam gaya politik populis semacam itu, fakta dan data tidak penting. Dalam bahasa ilmiah, Prabowo sedang mempraktikkan post-truth, yakni membangun persepsi di benak publik bukan berdasarkan kebenaran, melainkan berdasarkan fiksi dan imajinasi.
Tujuannya ialah terbangun persepsi di benak rakyat bahwa pemerintahan saat ini gagal. Tujuan akhirnya apa lagi bila bukan terkereknya elektabilitas. Bahwa cara mencapai tujuan itu dianggap melanggar nilai-nilai, itu juga tidak penting. The end justifies the mean.
Gaya politik populis semacam ini buruk bagi demokrasi. Ia seperti hantu yang bersiap memangsa demokrasi. Banyak pakar berpendapat populisme menjadi ancaman nyata bagi demokrasi.
Oleh karena itu, banyak yang mengecam Prabowo. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin, misalnya, menyebut Prabowo hanya memantik kegaduhan. Kiai Ma’ruf mengingatkan bangsa ini untuk terus bekerja dan merawat optimisme.
Akan tetapi, pada akhirnya semua berpulang kepada rakyat, apakah rakyat mau 'diancam-ancam' begitu saja dengan ketakutan melalui retorika yang mengabaikan tata krama politik. Jangan sampai rakyat Indonesia terkaget-kaget seperti terkaget-kagetnya rakyat Amerika melihat Trump.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved