Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TERORISME pasti punya tujuan akhir. Teroris Islamic State, misalnya, berjuang mencapai tujuan akhir mendirikan khilafah. Ketika merasa kuat, teroris melakukan serangan atau perang terbuka. Itulah yang dilakukan Islamic State di Suriah dan Irak, juga di Marawi, Filipina. Namun, ketika lemah, mereka menebar serangan atau teror sporadis untuk menghadirkan ketakutan. Melalui teror, teroris sekurang-kurangnya hendak menunjukkan eksistensi mereka bahwa mereka masih ada dan terus berjuang mencapai tujuan akhir.
Di Indonesia, teroris Islamic State cenderung menempuh cara-cara teror tersebut. Ini menandakan mereka lemah dan aparat keamanan kita kuat. Serangan dua terduga teroris di Polda Sumatra Utara persis di perayaan Idul Fitri, Minggu (25/7), jelas merupakan teror. Seorang polisi tewas dalam serangan dini hari itu. Pelakunya diduga bagian jaringan Islamic State.
Motifnya bisa balas dendam karena polisi gigih memberantas terorisme antara lain dengan menangkap para terduga teroris. Di Medan, Sumatra Utara, misalnya, awal Juni ini polisi menangkap sejumlah terduga teroris. Serangan-serangan sebelumnya terhadap polisi jelas juga teror dengan motif dendam. Mereka dendam karena Polri melalui Detasemen Khusus 88 Antiteror telah menangkap puluhan terduga teroris dan menggagalkan rencana aksi teror mereka.
Sasaran antara dalam serangan-serangan terhadap Polri itu ialah terciptanya ketakutan di tengah-tengah masyarakat. Bayangkan, bila para teroris itu mampu melumpuhkan polisi, bagaimana pula polisi melindungi masyarakat dari serangan teror. Ketakutan membayangi masyarakat. Kita berharap masyarakat tidak takut. Bila masyarakat takut, sasaran antara yang dituju para teroris tercapai.
Merasa menanglah mereka. Rakyat harus menunjukkan keberanian antara lain dengan mendukung Polri proaktif mencegah dan memberantas terorisme. Polri pasti siap mengambil risiko, termasuk menjadi target teror, demi melindungi masyarakat dari terorisme. Polri pantang takut, apalagi takluk, dalam menghadapi dan melawan terorisme. Namun, sekali lagi, kita mendorong Polri meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi.
Bila ada anggota Polri gugur gara-gara terorisme, kita tentu ikut berduka. Tindakan Polri menangkap para terduga teroris sebelum mereka melancarkan teror jelas upaya menghindarkan rakyat agar tidak menjadi korban terorisme. Bayangkan bila Polri baru bertindak setelah para teroris melancarkan aksi mereka, berapa banyak rakyat, juga anggota Polri, yang menjadi korban.
Dukungan terhadap tindakan proaktif Polri semestinya juga datang dari politisi dan pemerintah. DPR dan pemerintah segeralah mengesahkan Undang-Undang Antiterorisme yang memberi keleluasaan kepada Polri untuk mengambil langkah proaktif dan antisipatif dalam mencegah dan memberantas terorisme, tentu dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip hak asasi manusia.
Upaya melawan terorisme tak mungkin dilakukan Polri sendirian. Bila semua pihak mendukung Polri untuk bergerak bersama-sama menghadapi terorisme, kita boleh berharap terorisme segera enyah dari Tanah Air. Kalaupun terorisme tak bisa segera enyah dari negeri ini, kita tak boleh lelah menghadapi dan melawannya, sampai kapan pun.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved