Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TAK sedikit orang yang mengonsumsi teh dengan menggunakan teh celup. Karena teh celup dinilai lebih praktis saat membuat minuman teh.
Saat teh celup dengan kantong teh yang terbuat dari kertas dimasukan ke air panas, sifat kertas ialah menyerap air dan akan robek saat teh diseduh atau dicelupkan di air panas. Akan tetapi, nyatanya kantong teh tidak mudah robek, mengapa demikian?
"Tapi perhatiin deh, kok udah dicelup berapa kalipun dengan air panas gak robek-robek kantong tehnya," kata seorang dokter umum, yang sering membagikan edukasi seputar kesehatan di platform media sosialnya, dr. Gerry Adrian Wiryanto, seperti dikutip dari Instagram pribadinya @gerryadrianw.
"Ini karena pada saat pembuatannya kantong kertas teh ini disemprotkan dengan plastik supaya gak jebol. Jadi dia mempertahankan strukturnya ini," sambungnya.
Dr Gerry menyampaikan perlu diingat bahwa dalam rata-rata satu kantong teh celup saat diseduh dengan air panas, kantong teh celup akan mengeluarkan miliaran mikroplastik.
"Makanya kita gak pernah sadar karena pada saat kita minum teh ini kita gak cuma minum tehnya kita juga masukin mikroplastik ke dalam badan kita," paparnya.
"Mikroplastik ini akan bikin peradangan di badan kita, belum lagi dia akan membuat pembuluh darah besar ke otak yang namanya arteri karotis di sekitar leher kita menyempit karena mikroplastiknya akan numpuk di sana," sambungnya.
Penumpukan mikroplastik tersebut akan membuat risiko terkena serangan jantung, stroke, dan bahkan meninggal sampai 4x lipat lebih tinggi. "Ya, jadi gak heran kenapa banyak yang usianya muda 30-40 tahunan banyak yang udah kena serangan jantung, bahkan stroke," ungkap dr Gerry.
"So, next time kalo kamu mau minum teh jangan lagi pake model yang teh celup, kamu bisa gunting lalu kamu tuang di wadah supaya kamu hanya perlu seduh daunnya aja tanpa ada embel-embel mikroplastik yang kamu makan atau kalo mau langsung beli, belilah yang dalam kemasan yang udah cuman menjual daun-daun tehnya aja," sambungnya. (Nas/M-3)
DPR menyebut paparan mikroplastik dan timbal pada anak Indonesia sudah darurat, bahkan terjadi sejak dalam kandungan dan berisiko mengganggu tumbuh kembang.
IDAI mengimbau orang tua waspada terhadap bahaya mikroplastik pada mainan anak dan menyarankan penggunaan bahan alami seperti kayu dan tanah liat.
Marcella Zalianty dorong perluasan skrining jantung anak berkebutuhan khusus. IDAI juga ingatkan bahaya mikroplastik pada bayi sejak dalam kandungan.
IDAI memperingatkan bahwa anak-anak lebih rentan terpapar mikroplastik dan logam berat yang berdampak pada penurunan IQ hingga gangguan organ.
IDAI menyarankan orang tua beralih ke mainan berbahan kayu atau tanah liat guna menghindari risiko paparan mikroplastik dari bahan plastik berbahaya.
IDAI memperingatkan kerentanan anak terhadap mikroplastik dan timbal yang dapat memicu gangguan saraf hingga penurunan IQ. Simak penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved