Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGUNAAN telepon pintar yang kian popular, ternyata berkorelasi dengan semakin meningkatnya depresi di kalangan remaja. Hasil penelitian terbaru mengungkapkan, meskipun remaja laki-laki dan perempuan menggunakan smartphone pada saat yang bersamaan, ternyata remaja perempuan lebih berpotensi mengalami banyak masalah kesehatan mental akibat penggunaan benda tersebut untuk bersosial media.
Berdasarkan hasil analisis tiga penelitian terhadap lebih dari 200 ribu remaja di Amerika Serikat (AS) dan Inggris, remaja laki-laki lebih lebih banyak menghabiskan waktu di gawai untuk bermain gim, sementara remaja perempuan menghabiskan lebih banyak waktu untuk berkirim pesan dan menggunakan sosial media.
Bila dibandingkan, pola komunikasi dalam bermain gim biasanya dilakukan secara real time (waktu nyata) antarpemain melalui headset mereka. Sebaliknya, sosial media sering melibatkan pengiriman pesan melalui gambar ataupun teks. Jeda singkat sebelum menerima tanggapan itulah yang disinyalir dapat memunculkan kecemasan. Selain itu, sosial media seolah menciptakan hierarki dengan jumlah like atau love dan pengikut (follower).
Penelitian itu juga mengungkapkan pola komunikasi yang tidak real-time tersebut dengan foto dikuratori, persona yang dicipta, teks yang dapat dihapus dan ditulis ulang di sosial media, dapat menyumbangkan stres. Mengutip Live Science, hasil salah satu penelitian itu menunjukkan, membandingkan diri dengan orang lain di sosial media dapat membuat seseorang cenderung lebih tertekan.
Adapun penelitian lainnya mengungkapkan bahwa remaja yang menghabiskan lebih banyak waktu di sosial media cenderung mengalami depresi dan tidak bahagia. Semakin banyak waktu yang dihabiskan maka semakin meningkat pula kecenderungan tidak bahagia, dan peningkatan tersebut lebih besar terjadi pada remaja perempuan dibandingkan remaja laki-laki.
Seperti dilansir Live Science, 15% remaja perempuan yang menghabiskan waktu sekitar 30 menit dalam satu hari untuk bersosial media, dilaporkan tidak bahagia. Perempuan yang menghabiskan lebih lama di medsos yakni selama enam jam atau lebih sehari, jumlah yang tidak bahagia, bahkan jauh lebih banyak, yakni 26%. Sebaliknya di pihak laki-laki yang tidak bahagia akibat bermedsos, hanya 11% dan 18% untuk durasi yang sama.
Berdasarkan temuan itu, remaja perempuan lebih rentan beroleh ketidakbahagiaan dari bersosial media karena popularitas dan afirmasi positif yang cenderung memiliki efek lebih nyata terhadap mereka dibandingkan remaja laki-laki. Terlebih, sosial media sosial kerap menjadi platform penghakiman popularitas, intimidasi, penghinaan, hingga perselisihan.
Tak hanya itu, remaja perempuan juga menghadapi lebih banyak tekanan terkait penampilan mereka dibandingkan remaja laki-lai yang dapat diperburuk oleh penggunaan sosial media. Alasan tersebut menjadikan sosial media menyumbangkan kecemasan dan stres lebih nyata untuk remaja perempuan daripada remaja laki-laki. (M-3)
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh jurnalis, tetapi juga oleh influencer yang mengemas isu publik menjadi konten singkat, cepat, dan menarik perhatian.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
KPAI mengapresiasi langkah Meta yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi korban deepfake AI yang membuatnya mahir pidato bahasa arab hingga bernyanyi merdu. Simak peringatannya soal bahaya hoaks!
Panel FDA meragukan keamanan antidepresan SSRI seperti Prozac dan Zoloft bagi ibu hamil, bahkan mengusulkan peringatan kotak hitam.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pencemaran air dengan antidepresan Prozac (fluoxetine) dapat mengganggu kondisi tubuh dan perilaku ikan guppy.
KDRT yang berujung pada tewasnya empat orang anak di wilayah Jagakarsa perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Kriminolog Reza Indragiri mengungkapkan, perlu dicari tahu
Penelitian universitas di Inggris menemukan jika obat antidepresan bukan hanya menghilangkan emosi negatif, melainkan semua jenis emosi.
Meditasi mindfulness terbukti memiliki efek menenangkan yang sama dengan mengonsumsi pil penenang.
Badan POM masih melakukan pendampingan pemenuhan persyaratan CPOB setelah Surat Persetujuan Penggunaan Fasilitas Kapsul Keras untuk produksi Molnupiravir diperoleh PT Amarox, Januari 2022
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved