Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Pandangan kebanyakan menggunakan gawai membuat penggunanya jarang bergerak bisa terbantahkan. Baru-baru ini Google meluncurkan enam aplikasi yang mendorong penggunanya menggunarngi pemakaian ponsel pintar.
Keenam aplikasi yang bagian dari inisiatif menciptakan 'Digital Wellbeing' atau ksejahtreaan digital. Dengan tujuan memastikan kehidupan, bukan berjalan di dalam teknologi, tapi di depan dan tengah.
1. Unlock Clock
Sebuah plugin sederhana yang melacak berapa kali pengguna membuka kunci ponsel mereka sepanjang hari. Setiap kali pengguna meraih ponsel dan membuka kunci layar beranda, aplikasi ini akan menghitung dan menampilkan data tersebut ke pengguna.
Angka-angka itu ditampilkan setelah memasukkan kode buka kunci di layar beranda dan sebelum mendapatkan akses penuh ke telepon untuk memastikan pengguna melihatnya.
2. Post Box
Aplikasi ini fokus pada cara pengguna dapat memperbaiki pada ponsel mereka tanpa membuka kuncinya. Fokus aplikasi ini mengumpulkan semua pemberitahuan pengguna dari berbagai aplikasi dan alih-alih mengirimkannya satu per satu, menyimpannya untuk pengiriman massal pada waktu yang ditentukan di siang hari.
Pengguna dapat meminta pemberitahuan dikirimkan sesekali dan sebanyak empat kali setiap hari. Aplikasi dapat dinonaktifkan kapan saja jika terjadi keadaan darurat atau peristiwa penting.
3. We Flip
Melalui aplikasi ini anda bisa mendaftarkan temamn-teman pengguna dalam permainan kompetisi untuk melihat siapa yang dapat menghindari melihat telepon mereka untuk waktu yang lama. Ini dimaksudkan untuk mendorong kelompok teman untuk fokus satu sama lain, bukan pada ponsel mereka ketika mereka bersama.
Pengguna bergabung dengan aplikasi dan pada saat yang sama semua orang membalikan dan mematikan layar mereka. Pengatur waktu kemudian melacak siapa yang ada di dalam kelompok yang mengecek ponsel pertama kali.
4. Paper Phone
Pengguna bisa memilih aplikasi mana yang ingin digunakan pada hari yang akan datang dan mencetak semua informasi yang relevan dari aplikasi itu pada selembar kertas. Pengguna dapat memilih beberapa kontak yang alamat atau email mungkin diperlukan, memetakan arah ke lokasi tertentu, pelajaran harian dari aplikasi pembelajaran bahasa, atau teka-teki silang baru untuk dikerjakan selama perjalanan.
5. Desert Island
Aplikasi ini akan meminta pengguna memilih beberapa aplikasi mereka yang paling penting. Misalnya Gmail, Kamera dan Kalender, lalu memblokir akses ke semua aplikasi lain di telepon. Setiap kali pengguna membuka kunci ponsel, mereka melihat latar belakang putih minimalis yang menunjukkan daftar hanya aplikasi yang mereka pilih sebagai penting.
6. Morph
Aplikasi ini memungkinkan pemakainya membuat grup aplikasi penting untuk waktu yang berbeda dalam sehari atau hari yang berbeda dalam seminggu. Anda dapat membuat daftar sejumlah kecil aplikasi untuk ditampilkan selama hari kerja, satu set aplikasi berbeda saat di rumah, dan satu set aplikasi lain selama liburan. Anda juga dapat memprogram kapan harus berpindah antar grup aplikasi sehingga terjadi secara otomatis sepanjang hari.
Jika pengguna ingin mencoba dan membuat eksperimen kesejahteraan mereka sendiri, Google telah memposting kode open source dan beberapa informasi tutorial dasar pada situs Digital Wellbeing.
Pengguna dapat mengirimkan proyek mereka ke Google untuk ditinjau dan tempat fitur potensial di situs Digital Wellbeing.
"Semakin banyak orang yang terlibat semakin banyak yang dapat kita semua pelajari tentang membangun teknologi yang lebih baik untuk semua orang," kata Google dalam keterangan resmi mereka yang disitat Dailymail. (M-3)
Baca juga : 99 Wajah Cinta di Film Terbaru Garin
Psikolog Sani Budiantini menekankan pentingnya kesiapan mental orangtua dalam menghadapi reaksi anak saat implementasi PP Tunas dan pembatasan gawai.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Aktivitas fisik dan sosial tidak hanya efektif mengalihkan perhatian dari layar, tetapi juga mendorong perkembangan interaksi anak dengan lingkungan sekitar.
Dicoding kembali menggelar ajang tahunan bergengsi, Dicoding Developer Conference (DDC) 2026.
BRICS Industrial Innovation Contest 2026 resmi dibuka di Jakarta. Ajang ini menjadi peluang inovator Indonesia menembus pasar internasional dan memperkuat ekonomi.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
PT Data Labs Analytics (datalabs.id) berhasil meraih penghargaan 2026 Google Cloud Partner of the Year Award for Country: APAC-Indonesia atas pencapaiannya dalam ekosistem Google Cloud.
Menanti kehadiran Motorola Edge 70 Pro. Simak bocoran spesifikasi gahar, prediksi performa, dan fitur canggih yang akan dibawa flagship ini.
Prof Harris menegaskan pentingnya melampaui dogma hukum klasik dan mendorong algoritma dapat digugat secara hukum demi keadilan korban
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved