Laporan Coursera 2025: Tingkat Kelulusan GenAI Perempuan Indonesia Lampaui Laki-laki

Basuki Eka Purnama
08/4/2026 05:39
Laporan Coursera 2025: Tingkat Kelulusan GenAI Perempuan Indonesia Lampaui Laki-laki
Ilustrasi(Freepik)

PLATFORM pembelajaran daring global, Coursera, Inc. (NYSE: COUR), baru saja merilis laporan terbaru bertajuk One Year Later: The Gender Gap in GenAI. Laporan ini menyoroti fenomena menarik di Indonesia, saat peserta didik perempuan menunjukkan ketekunan luar biasa dalam menguasai teknologi kecerdasan buatan generatif (GenAI).

Meski secara kuantitas jumlah peserta perempuan masih di bawah laki-laki, laporan tersebut mengungkapkan bahwa perempuan di Indonesia memiliki tingkat kelulusan kursus GenAI 0,9% lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketika perempuan mendapatkan akses ke pendidikan berkualitas, mereka cenderung lebih berkomitmen untuk menyelesaikannya hingga tuntas.

Peningkatan Partisipasi dan Tantangan Akses

Data 2025 menunjukkan adanya tren positif dalam partisipasi perempuan. Saat ini, perempuan menyumbang 32% dari total pendaftaran kursus GenAI di Indonesia, naik dari 31% pada 2024. Walaupun kenaikannya baru menyentuh 1 poin persentase secara tahunan (YoY), tingginya angka kelulusan memberikan sinyal kuat bahwa hambatan utama bagi perempuan bukanlah pada kemampuan atau motivasi, melainkan pada aksesibilitas.

Kesenjangan ini menjadi perhatian serius mengingat data Kementerian Komunikasi dan Informatika RI mencatat bahwa perempuan mencakup 49% dari total pengguna internet di Indonesia. Namun, hanya 27% dari mereka yang berkarier di sektor teknologi—angka yang masih jauh di bawah rata-rata global sebesar 40%.

"Masa depan kecerdasan buatan (AI) akan dibentuk oleh keberagaman orang-orang yang membangunnya dan memanfaatkannya. Indonesia memiliki basis perempuan yang sangat besar dan penuh motivasi," ujar Dr. Alexandra Urban, Learning Science Research Lead di Coursera.

Desain Kursus yang Relevan Jadi Kunci

Laporan Coursera juga menemukan bahwa desain kursus sangat memengaruhi minat peserta perempuan. Kursus yang bersifat ramah pemula (beginner-friendly) dan fokus pada penerapan praktis di dunia nyata terbukti lebih menarik bagi perempuan. Sebagai contoh, kursus Social Media Management dari Meta mencatat pendaftaran perempuan hingga 54,6%.

Berikut adalah daftar 10 kursus paling populer di Indonesia berdasarkan persentase pendaftaran peserta didik perempuan:

Nama Kursus % Pendaftaran Perempuan
Social Media Management (Meta) 54.6%
Satisfaction Guaranteed: Develop Customer Loyalty Online (Google) 46.9%
Design Fundamentals with AI (Adobe) 46.1%
Digital Marketing: Platforms, Data, and Technologies (Univ. of Illinois) 42.1%
Introduction to Data Analytics (IBM) 42.1%
Digital Marketing: Customer (Univ. of Illinois) 39.7%
Design a User Experience for Social Good (Google) 38.1%
Google AI Essentials (Google) 37.5%
Introduction to AI (Google) 34.3%
Maximize Productivity With AI Tools (Google) 33.7%

Keseimbangan Keterampilan Teknis dan Manusia

Selain GenAI, perempuan di Indonesia juga memperkuat dominasi mereka pada keterampilan non-teknis atau human skills. Pada tahun 2025, pendaftaran perempuan untuk kursus berpikir kritis (critical thinking) mencapai 40%, naik dari 38% pada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan strategi pengembangan karier yang komprehensif, di mana keterampilan teknis AI dipadukan dengan kemampuan analisis manusia yang tajam.

Untuk mempercepat terciptanya tenaga kerja digital yang inklusif, laporan ini merekomendasikan empat langkah strategis bagi pemangku kepentingan di Indonesia:

  • Merancang kursus tingkat pemula dengan studi kasus nyata yang relevan.
  • Menjamin keterwakilan perempuan dalam materi pengajaran (pedagogi inklusif).
  • Memperluas akses melalui lokalisasi konten ke dalam Bahasa Indonesia.
  • Mengintegrasikan pelatihan GenAI dengan keterampilan berpikir kritis.

Dengan tingkat penyelesaian yang lebih tinggi, perempuan Indonesia telah membuktikan potensi mereka. Kini, tantangannya adalah memastikan pintu akses terbuka lebih lebar agar mereka tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pemimpin dalam revolusi AI di masa depan. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya