Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK masa kanak-kanak, kita telah dikenalkan dengan dinosaurus. Tidak sedikit program hiburan kerap memperlihatkan suatu zaman ketika manusia purba hidup berdampingan dengan dinosaurus. Banyak yang ragu, tetapi tidak sedikit pula yang mempercayainya. Sebenarnya, apakah manusia purba memang pernah hidup sezaman dengan dinosaurus?
Menurut para ilmuwan, manusia purba memang faktanya hidup berdampingan dengan dinosaurus. Namun, dinosaurus yang dimaksud bukanlah dinosaurus berukuran raksasa seperti yang sering kita lihat di buku pengetahuan atau layar kaca televisi, melainkan dinosaurus modern, yaitu burung yang merupakan keturunan langsung dari garis evolusi dinosaurus karnivora. Dengan kata lain, ayam atau parkit yang kita temui sehari-hari sebenarnya adalah bentuk dinosaurus masa kini.
Dinosaurus non-avian, yaitu semua jenis dinosaurus yang bukan burung–seperti Tyrannosaurus rex atau Triceratops–telah mengalami kepunahan sekitar 66 juta tahun sebelum manusia pertama muncul di Bumi.
Dinosaurus sendiri sempat mendominasi planet Bumi selama hampir 165 juta tahun dalam era Mesozoikum. Banyak bukti penelitian menunjukkan bahwa sebagian spesies berdarah panas, memiliki bulu berwarna, dan berperilaku layaknya burung yang kita kenal sekarang.
Perlu diketahui jika masa kejayaan dinosaurus berakhir pada akhir zaman Kapur atau periode Cretaceous–periode geologi terakhir dalam era Mesozoikum yang berlangsung sekitar 145 juta hingga 66 juta tahun yang lalu, yaitu ketika sebuah asteroid raksasa menghantam Semenanjung Yucatán di Meksiko dengan kekuatan setara 100 triliun ton TNT.
Hantaman itu kemudian menciptakan sebuah kawah raksasa selebar 115 mil, melontarkan berton-ton batu, debu, dan puing-puing ke atmosfer, hingga menyebabkan kegelapan global yang berujung pada musnahnya 80% kehidupan di Bumi.
Di tengah tingginya angka kepunahan itu, sejumlah mamalia kecil yang hidup sezaman dengan dinosaurus berhasil bertahan hidup. Dari kelompok bertahan inilah kemudian lahir berbagai jenis hewan yang kemudian mengalami revolusi bentuk, termasuk nenek moyang jauh manusia.
Jutaan tahun kemudian, manusia benar-benar hidup berdampingan dengan “dinosaurus jinak” yang kita kenal dengan istilah burung. (Britannica.com/Z-1)
Penelitian terbaru di Spanyol mengungkap bagaimana manusia purba Neanderthal berbagi gua dengan beruang gua melalui pembagian ruang ekologis yang unik.
Di satu sisi, pengaruh ini bisa memberi keuntungan, seperti kemampuan visual yang lebih tajam. Namun di sisi lain, ada indikasi bahwa fungsi sosial dan kognitif tertentu bisa ikut terpengaruh.
Para peneliti kemudian bereksperimen dengan mengolah batu sendiri menggunakan gigi badak modern yang mereka peroleh dari tiga kebun binatang di Prancis.
Penelitian terbaru di Gua Goyet, Belgia, mengungkap bukti mengerikan kanibalisme Neanderthal yang menargetkan orang asing, khususnya perempuan dan anak-anak.
Penelitian terbaru menemukan ukiran cangkang telur burung unta di Afrika menunjukkan kemampuan berpikir geometris manusia purba sudah sangat maju sejak 60 ribu tahun lalu.
Penelitian terbaru mengungkap Neanderthal dan pemburu Mesolitikum mengubah ekosistem Eropa melalui api dan perburuan megafauna jauh sebelum era pertanian dimulai.
Penelitian terbaru mengungkap dinosaurus herbivora tidak makan sembarangan, melainkan menggunakan gigi depan untuk memilih bagian tumbuhan tertentu.
Penelitian dari Chinese Academy of Sciences menunjukkan bahwa pola keausan pada gigi Psittacosaurus mengindikasikan kebiasaan makan.
Di lokasi yang berada sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut tersebut, para ilmuwan menemukan harta karun berupa jejak kaki dari setidaknya lima spesies hewan yang berbeda.
PENEMUAN paleontologis di wilayah Xinjiang, Tiongkok berhasil mengungkapkan 'lubang kematian' berusia 160 juta tahun yang menjebak banyak dinosaurus kecil.
Bukti menunjukkan bahwa 10% duri yang ditemukan pada fosil Stegosaurus rusak di ujungnya sehingga memperkuat asumsi ilmuwan mengenai fungsi pertahanan dari dari thagomizer tersebut.
Dinosaurus yang diberi nama Doolysaurus huhmini ini merupakan jenis neornithischian awal yang berhasil diidentifikasi melalui teknologi pemindaian CT canggih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved