Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TEMUAN terbaru dalam studi paleontologi mengungkap bahwa tidak semua dinosaurus herbivora memiliki pola makan sederhana. Beberapa spesies justru menunjukkan adaptasi unik berupa gigi yang terletak di bagian depan paruh, yang memungkinkan mereka memilih makanan secara selektif.
Salah satu spesies yang menjadi perhatian adalah Psittacosaurus, dinosaurus kecil yang hidup sekitar 100 hingga 125 juta tahun lalu pada periode Kapur Awal. Fosil yang ditemukan di wilayah Asia menunjukkan bahwa hewan ini memiliki paruh keras seperti burung beo, namun tetap dilengkapi gigi di bagian depan rahang. Kombinasi ini memungkinkan mereka untuk memotong dan memilah bagian tumbuhan tertentu dengan lebih presisi.
Penelitian dari Chinese Academy of Sciences menunjukkan bahwa pola keausan pada gigi Psittacosaurus mengindikasikan kebiasaan makan yang tidak sembarangan. Mereka diduga lebih memilih bagian tanaman yang lunak dan kaya nutrisi, seperti pucuk daun muda, dibandingkan bagian yang keras atau berserat tinggi. Hal ini diperkuat melalui analisis mikroskopis terhadap permukaan gigi yang menunjukkan bekas gesekan spesifik.
Selain Psittacosaurus, dinosaurus lain seperti Heterodontosaurus juga memiliki susunan gigi yang kompleks di bagian depan mulutnya. Spesies ini bahkan memiliki variasi bentuk gigi, mulai dari gigi tajam hingga datar, yang berfungsi untuk menggigit, merobek, dan mengunyah makanan. Adaptasi ini memberikan fleksibilitas dalam memilih jenis tumbuhan yang dikonsumsi.
Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah seperti Nature Ecology & Evolution dan Journal of Vertebrate Paleontology, kemampuan memilih makanan ini kemungkinan besar merupakan strategi bertahan hidup. Pada masa itu, lingkungan dipenuhi berbagai jenis vegetasi seperti pakis, sikas, dan konifer, sehingga kompetisi antar herbivora cukup tinggi.
Dengan kemampuan memilih makanan tertentu, dinosaurus ini dapat memaksimalkan asupan energi sekaligus menghindari bahan makanan yang sulit dicerna atau rendah nutrisi. Adaptasi ini juga menunjukkan bahwa perilaku makan dinosaurus jauh lebih kompleks daripada sekadar memakan tumbuhan secara acak.
Penemuan ini membuka perspektif baru tentang bagaimana dinosaurus berinteraksi dengan lingkungannya. Para ilmuwan kini terus meneliti hubungan antara struktur gigi, bentuk rahang, dan pola makan untuk memahami lebih dalam evolusi dinosaurus herbivora. (Chinese Academy of Sciences, Nature Ecology & Evolution, Journal of Vertebrate Paleontology /P-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved