Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGUNA media sosial (medsos) terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, diketahui pada 2022 kemarin pengguna aktif sosial media di Indonesia mencapai 191 juta orang.
Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 12,35% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Banyaknya aktivitas masyarakat yang dihabiskan di dalam rumah karena dampak pandemi sebelumnya juga membuat semakin meningkatkan jumlah pengguna medsos.
Pasalnya, sosial media bisa menjadi hiburan tersendiri dikala waktu luang karena menyediakan berbagai informasi dan konten-konten yang menarik untuk ditonton.
Tren penggunaan medsos yang semakin ramai di seluruh dunia termasuk di Indonesia ini, membuat banyak kreator konten yang kini bermunculan.
Berbagai platform sosial media seperti TikTok, Likee, Instagram, YouTube, Facebook hingga Twitter menjadi wadah bagi para konten kreator untuk menuangkan ide-ide kreatif mereka dalam bentuk video.
Berbagai video-video terbaru tersebut memiliki isi konten yang bermacam-macam seperti video tutorial, review produk, tips-tips, rekomendasi produk, komedi, mukbang, menyanyi hingga video dance.
Salah satu kreator konten video yang sekarang juga aktif membuat konten di medsos dalah Ar Araafi Azri Nasution atau yang biasa disapa dengan Araafi.
Pria asal Aceh kelahiran 1997 tersebut gemar membuat konten video dance di berbagai platform sosial media di antaranya adalah TikTok, Likee, Instagram, dan YouTube.
Baca juga: TikTok, Fenomena Baru Meraup Cuan di Media Sosial
Araafi juga gemar berkolaborasi dan bertemu dengan teman-temannya sesama kreator konten video seperti Indra Jaylani, Ibnu Syah, Yoga Febrian dan masih banyak lagi untuk membuat video dance bersama.
Sebelumnya, Araafi mengaku dirinya megap-megap ketika memutuskan untuk menjadi seorang konten kreator video.
Pasalnya, dulu Araafi sempat berjualan di salah satu kolam pemandian anak. Namun karena terjangan pandemi membuat kolam pemandian anak tempat dirinya berjualan tersebut akhirnya bangkrut.
Selain itu, Araafi juga mengaku bahwa dirinya menerima banyak hinaan dari orang-orang yang selalu merendahkannya hingga membuatnya tidak tahan lagi.
Dari situlah Araafi memutuskan untuk menjadi seorang konten kreator video dance viral, dengan tergabung dalam salah satu manajemen dance yakni Ajesin Management Cafe Gokil untuk membahagiakan kedua orang tua serta adik-adiknya.
Inspirasi Araafi untuk menjadi seorang kreator konten video ini berasal dari salah satu temannya yang juga seorang kreator konten video yakni Seses Rafuzel.
Dari temannya tersebut, Arrafi menjadi lebih percaya diri lagi untuk membuat konten-konten video agar dikenal banyak orang.
"Inspirasi saya ingin membuat konten karena saya terinspirasi sama temen saya Seses Rafuzel, dan teman saya lah yang membuat saya lebih percaya diri lagi untuk menjadi seorang konten kreator video," ujar Araafi.
Tak sampai disitu saja, Araafi juga sempat mengikuti acara Likee Award pada tahun 2019 lalu yang diselenggarakan di daerah Jakarta Selatan.
Hingga kemudian konten-konten video dance yang dibuat Araafi terus naik atau viral di sosial media dan membuatnya banyak dikenal orang.
Kini, Araafi sukses mendapatkan 31,8 ribu followers dengan 268 ribu suka, 4.903 followers di TikTok dengan 2.407 suka dan 98,9 ribu followers di akun Instagram pribadinya @rafi_azr_nst_.
"Sebagai seorang content creator, buatlah konten sekreatif dan menarik mungkin agar lebih banyak dikenal para penggemar kita," jelas Araafi.
"Jadilah lah content creator yang selalu konsisten dalam berkarya membuat video-video agar lebih banyak di sukai orang-orang dan penggemar," tuturnya. (RO/OL-09)
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh jurnalis, tetapi juga oleh influencer yang mengemas isu publik menjadi konten singkat, cepat, dan menarik perhatian.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
KPAI mengapresiasi langkah Meta yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi korban deepfake AI yang membuatnya mahir pidato bahasa arab hingga bernyanyi merdu. Simak peringatannya soal bahaya hoaks!
Pagelaran Sabang Merauke 2026 kembali hadir melalui rangkaian Road to PSM di Jakarta, melibatkan ribuan talenta muda dalam kompetisi tari dan audisi nasional.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Kawendra menekankan bahwa proses yang tidak berkeadilan ini berpotensi mencederai semangat pemerintah dalam mendorong ekonomi kreatif.
JANGAN buru-buru menghakimi musik yang terdengar mirip. Bisa jadi bukan plagiat, melainkan sebuah teknik resmi bernama interpolasi lagu. Apa itu interpolasi lagu?
Seluruh pihak diajak untuk terus bersinergi dalam membangun generasi muda Indonesia yang tangguh dan berkarakter.
Kreativesia memberi kesempatan bagi pelaku muda untuk berjejaring dengan pemerintah, pelaku industri, dan sesama kreator.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved