Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP orang yang terjun ke dunia kripto pasti sering mendengar istilah HODL. Tapi pasti banyak yang belum tahu awal mula kemunculannya.
Seperti dilasir dari situs Zycrypto, HODL awalnya bukanlah sebuah singkatan, tapi memang berasal dari kata hold (kosa kata Bahasa Inggris) yang dalam dunia investasi (umumnya saham) ialah posisi tidak menjual atau terus memegang aset yang sudah dibeli.
Tapi, seseorang pada 2013 rupanya salah menuliskannya di sebuah forum bernama BitcoinTalk.
Saat itu, seorang anggota BitcoinTalk bernama GameKyuubi yang tengah mabuk akibat mengonsumsi minuman beralkohol, menerbitkan artikel mengenai aksi para trader dan banyaknya para investor pemula. Dia juga mengatakan tidak akan menjual bitcoin yang dia punya walau harga naik atau sebaliknya.
Karena dalam kondisi setengah sadar, akibatnya dia membuat artikel berjudul I am Hodling. Gamekyuubi sadar dengan kesalahan itu dan dia mengatakan telah berusaha mengoreksinya tapi gagal.
"Saya mengetik ju dul i tu dua kali karena saya tahu i tu salah. Tapi, tetap saja salah," kata Gamekyuubi mengomentari kesalahannya dan tetap dengan ketikan yang salah.
Menurut Gamekyuubi, dirinya memilih tidak menjual bitcoin karena minim pengalaman di dunia kripto. "Karena saya adalah trader yang buruk dan saya tahu itu. Trader profesional bisa melihat batas atas dan bawah. Dalam zero-sum game seperti ini, para trader akan mengambil uang anda jika anda menjual (aset anda)," sambung dia.
Baca juga: Luar Biasa, Pasangan Indonesia Jadikan Bitcoin Sebagai Mas Kawin
Setelah artikel itu dipublikasikan, tidak butuh waktu lama untuk kemudian menjadi bahan ledekan. Tercatat I am Hodling sejak 8 tahun lalu telah dibaca 794 ribu kali.
Pada 2013, bitcoin memang sebuah aset yang bikin heboh karena pada awal tahun dibuka dengan harga 13,28 dolar AS (sekitar Rp189 ribu dengan kurs saat ini Rp14.300) dan hanya dalam waktu 4 bulan melonjak menjadi 230 dolar AS (Rp3.289.000). Setelahnya terkoreksi menjadi 68 dolar AS (Rp972 ribu).
Trader berpengalaman benar-benar menikmati cuan kala itu. Sedangkan mereka yang awam, kebingungan dengan banyaknya sentimen.
Bagi yang sudah memiliki bitcoin dan memilih untuk mempertahankannya hingga 2021, kini pasti tengah menikmati keuntungan hingga puluhan ribu persen. Zycrypto menyebutkan MicroStrategy, perusahaan penyedia solusi bisnis asal AS, adalah salah satu investor yang menerapkan prinsip HODL. Mereka ogah menjual dan mimilih untuk terus mengakumulasi aset yang dibeli. (R-3)
Danantara tengah menggarap proyek-proyek hilirisasi dengan total investasi mencapai US$26 miliar atau setara Rp450,42 triliun (kurs Rp17.324 per dolar AS).
Data terbaru menunjukkan bahwa sektor hilirisasi menjadi kontributor signifikan dengan nilai investasi mencapai Rp147,5 triliun.
Pemerintah menyerap dana Rp40 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) dengan total penawaran masuk mencapai Rp74,95 triliun.
Upaya memperluas literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri.
Di tengah dinamika pasar keuangan, kolaborasi antara manajer investasi dan perbankan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi yang aman.
KBRI Warsawa gelar forum bisnis di Krakow dan Łódź untuk dorong investasi, perdagangan, dan kerja sama tenaga kerja Indonesia-Polandia jelang IEU-CEPA 2027.
Pada pertengahan Maret 2026, harga Bitcoin sempat menyentuh angka US$73.000. Namun, seiring eskalasi ketegangan di Timur Tengah, harga terkoreksi ke level US$71.000-an.
Bitcoin naik 12% saat emas dan saham anjlok akibat konflik Timur Tengah Maret 2026. Simak analisis Indodax mengenai BTC sebagai aset lindung nilai terbaru.
Temukan alasan mengapa Bitcoin mulai mengungguli emas sebagai aset safe haven di tengah konflik Timur Tengah 2026. Analisis mobilitas dan keamanan digital.
Penulis Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki kembali memicu debat panas dengan menyebut eskalasi perang sebagai katalis utama ledakan harga Bitcoin.
Lonjakan harga Bitcoin ke level US$72.000 bukan sekadar spekulasi, melainkan respons instan pasar terhadap eskalasi konflik Timur Tengah yang mengancam stabilitas ekonomi global.
Harga Bitcoin tembus US$72.927 di tengah eskalasi perang AS-Israel vs Iran. Simak analisis safe haven vs spekulasi dan dampaknya ke Rupiah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved