Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Ada empat anggota KAMI Medan yang terlibat dalam kerusuhan demonstrasi UU Cipta Kerja. Para tersangka gencar menyebarkan pesan provokatif untuk melempari DPR dan polisi.
Kebebasan berpendapat harus dijalankan dengan tidak melanggar pembatasan-pembatasan yang sudah ditetapkan, seperti larangan melakukan pengrusakan.
Sekitar 80% dari peserta demo anarkis yang diamankan kepolisian masih berstatus pelajar. Bahkan, mereka tidak takut melempari aparat keamanan, hingga merusak fasilitas umum.
Kaum buruh hingga saat ini menolak Omnibus Law, khususnya klaster ketenagakerjaan.
Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengaku pihaknya belum mengetahui rencana pertemuan tersebut.
Anies mengungkapkan seharusnya orangtua mengawasi anak belajar di rumah.
Aksi demonstrasi tersebut digelar untuk menentang keputusan darurat pemerintah yang melarang pertemuan besar dan publikasi berita yang dapat menimbulkan ketakutan.
Sepuluh orang yang ditetapkan tersangka tersebut terdiri dari mahasiswa dan masyarakat atas dugaan perusakan fasilitas publik.
Kelima orang tersebut ialah empat anggota KAMI Medan, Juliana, Devi, Khairi Amri, dan Wahyu Rasari Putri.
Sebelumnya, Andi Arief melalui akunnya @AndiArief mengancam stabilitas politik akan terus bergejolak bila ketiga menteri koordinator dan BIN tidak meluruskan tuduhan tersebut.
Pihaknya akan berdiskusi dengan masyarakat untuk mengomunikasikan UU sapujagat itu.
"Perlu kami luruskan bahwa di pusat perbelanjaan TM Thamrin City tidak terjadi penjarahan seperti yangg tersebar di medsos."
Polisi mengamankan 1.377 orang yang terdiri dari 800 orang lebih pelajar dan ada 5 pelajar di bangku sekolah dasar.
'Tolong diklarifikasi kapan kami bilang begitu. Kalau ada nanti kami selesaikan,' kata Mahfud
Penyidik sudah memutuskan status hukum dari ketiganya usai masa waktu 1x24 jam berakhir sesuai KUHAP
Pihaknya masih mendalami keterangan itu serta memeriksa keterangan tiga orang lain yang juga berada dalam ambulans itu.
Dari 1.377 orang itu terdapat 900 orang lebih pelajar dan sisanya gabungan dari mahasiswa, buruh, dan pengangguran.
Kejadian mobil ambulans yang kabur itu sempat viral di media sosial. Pada video itu terlihat mobil ambulans itu berjalan mundur dengan kencang dan dikejar polisi.
Hal itu menimbulkan kecurigaan aparat kepolisian yang tengah membubarkan massa aksi.
Padahal, relawan asal Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) itu berupaya membantu dari sisi kesehatan untuk demonstran maupun kepolisian.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved