Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BAYERN Muenchen mengecam serangan rasial yang dialamatkan kepada bek Prancis Dayot Upamecano di media sosial usai klub Bundesliga itu kalah 1-0 dari Lazio di laga leg pertama 16 besar Liga Champions, Kamis (15/2) dini hari WIB.
Upamecano menyebabkan Bayern diganjar penalti pada menit 69 yang sukses diekesekusi penyerang Lazio Ciro Immobile dalam laga di Roma setelah dia melanggar Gustav Isaksen.
Selain itu, pemain belakang itu juga diganjar kartu merah sehingga tim Bavaria itu harus bermain di sisa 20 menit laga dengan 10 pemain.
Baca juga : Lazio vs Bayern Muenchen: Immobile Antar Biancocelesti Tekuk Die Roten
"FC Bayern mengencam keras seragan rasial yang dialamatkan kepada Dayot Upamecano di media sosial," ungkap klub Bundesliga itu di X.
"Siapa pun yang melontarkan komentar penuh kebencian itu bukan pendukung klub ini," lanjut Bayern.
Bayern masih berpeluang lolos ke babak perempat final Liga Champions jika bisa menang di laga leg kedua Liga Champions kala menjamu Lazio di Muenchen pada 5 Maret mendatang. (AFP/Z-1)
Dayot Upamecano resmi menolak tawaran Real Madrid. Bek Prancis ini memilih perpanjang kontrak di Bayern Muenchen dengan gaji fantastis.
Bundesliga mencatat, Dayot Upamecano saat ini berada di posisi lima besar pemain dengan operan berhasil terbaik di Bundesliga musim ini yaitu 93,47%.
Jamal Musiala dan Dayot Upamecano absen membela timnas negara masing-masing karena cedera dan kini telah berlatih kembali bersama Bayern Muenchen.
Upamecano gagal kembali ke lapangan di babak kedua setelah mengalami cedera di babak pertama dengan Tuchel mengatakan bek itu mengalami cedera hamstring.
Kemenangan ini membawa Frankfurt merangsek ke posisi tujuh klasemen Bundesliga dengan perolehan 21 poin. Sementara itu, Bayern gagal memangkas jarak dari pemuncak klasemen Leverkusen.
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh jurnalis, tetapi juga oleh influencer yang mengemas isu publik menjadi konten singkat, cepat, dan menarik perhatian.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
KPAI mengapresiasi langkah Meta yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi korban deepfake AI yang membuatnya mahir pidato bahasa arab hingga bernyanyi merdu. Simak peringatannya soal bahaya hoaks!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved