Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK delapan partai politik (parpol) nonparlemen, yakni Partai Hanura, PPP, Perindo, Partai Buruh, Partai Ummat, PBB, PKN, dan Partai Berkarya, sepakat untuk memperjuangan parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen sebesar satu persen.
Delapan parpol itu kemudian mendeklarasikan sebuah wadah bernama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR). Selain membentuk kepengurusan Sekretariat Bersama (Sekber), GKSR juga memutuskan sejumlah langkah dan konsep perjuangan dalam menyelamatkan suara rakyat.
Hadir dalam deklarasi, yaitu Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO), Sekjen Perindo Ferry Kurnia Rizkiansyah, Waketum PPP Andi Eurya Wijaya, Sekjen PKN Sri Mulyono, Ketum Partai Ummat Ridho Rahmadi, Ketum PBB Gugum Ridho Putra, Presiden Partai Buruh Said Iqbal, dan Sekjen Berkarya Irmanjaya Thaher.
Deklarasi GKSR dibacakan oleh Wakil Ketua Umum Partai Hanura Ahmad Muqowam di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Sabtu (22/11). "Kami pimpinan Parpol PPP, Perindo, Hanura, Buruh, Ummat, PBB, PKN, dan Berkarya, sepakat berjuang bersama dalam penguatan demokrasi, pemilu dan penghormatan suara rakyat, mendeklarasikan terbentuknya GKSR," kata Muqowam.
Presiden Partai Buruh Said Iqbal menambahkan, sebanyak delapan parpol, setelah beberapa kali pertemuan, bersepakat resmi mendeklarasikan komitmen dan semangat bersama bernama GKSR. "Kami sebelumnya membentuk SEKBER GKSR yang digagas sejak pertemuan pada 22 Agustus 2025 di Partai Perindo, 25 September 2025 di Partai Hanura, dan 30 Oktober 2025 di Partai Bulan Bintang," ujar Said.
Menurut dia, ada sejumlah keputusan penting dalam deklarasi ini. Pertama, deklarasi resmi ditandatangani delapan ketua umum. Untuk kepengurusan, Ketua Sekber GKSR dijabat oleh Oesman Sapta Odang. Sementara posisi Sekjen dari Partai Buruh dan Bendum dari PPP.
Kedua, GKSR memutuskan sejumlah poin dan isu utama untuk diperjuangkan empat tahun ke depan. "Intinya memperjuangkan suara rakyat yang selama ini suaranya terbuang oleh kepentingan politik yang ingin mempertahankan hegemoninya dengan syarat-syarat yang berat," kata dia.
Ia menambahkan, isu utama yang akan diperjuangkan, pertama soal verifikasi Pemilu 2028. GKSR berpendapat, parpol di Parlemen cukup mendaftarkan diri. Untuk partai nonparlemen, cukup verifikasi administrasi, tak perlu verifikasai faktual. Sedangkan partai baru, perlu verifikasi administrasi dan faktual.
Kedua, GKSR berpendapat ambang batas parlemen cukup satu persen. Kata Said, ternyata 10 parpol nonparlemen pada Pemilu 2024, suaranya 17 juta lebih, sedangkan yang terhimpun sekarang dalam GKSR sekitar 11 juta. "Demi menyelamatkan suara rakyat yang terbuang. Suara gabungan ini harus didengar. PT kami minta cukup satu persen."
Ketiga, soal dana politik. GKSR meminta dana politik ini diberikan kepada seluruh parpol, sekecil apapun suara yang diperoleh partai, maka dia berhak dapat dana politik. "GKSR meminta, terhitung 2026, dana untuk pendidikan politik diberikan kepada parpol nonparlemen yang selama ini hanya bagi partai parlemen," katanya.
Keempat, terkait sistem pemilu. GKSR mengusulkan agar sistem yang berlaku adalah pemilu campuran. GKSR, sambung Said, telah menyiapkan konsep, lobi, hingga aksi untuk memperjuangkan isu utama yang mereka usung.
"Konsep sudah disiapkan. Lobi akan bertemu dengan Presiden Prabowo, pimpinan DPR RI, dengan komisi terkait pemilu, hingga kampanye-kampanye dan pemberdayaan kepada masyarakat," tutur Said.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Sekber GKSR Oesman Sapta Odang menegaskan, seluruh parpol yang tergabung dalam Sekber ini punya posisi dan tujuan yang sama, yakni memperjuangkan suara rakyat. "Tentu kami semua ingin bersama membangun demokrasi bangsa ini lebih baik," tukas OSO.
Dia menekankan agar jangan sampai ada anggapan dan isu seolah-olah Sekber GKSR tidak mendukung pemerintah. Ditegaskannya, seluruh parpol tersebut mendukung kontitusi dan mendukung pemerintahan Prabowo Subianto. "Jangan ada kata-kata, Sekber GKSR ini anti pemerintah. Kami justru sangat mendukung pemerintah Prabowo," tandasnya. (P-2)
Ambang batas berjenjang sebagai sesuatu yang masih bisa dirumuskan secara fleksibel agar diterima berbagai pihak.
ANGGOTA Komisi II DPR RI Indrajaya menyoroti rentetan Operasi Tangkap Tangan atau OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terkini Bupati Rejang Lebong
Tarik-menarik kepentingan tersebut membuat pembahasan pasal-pasal dalam RUU Pemilu sarat akan negosiasi politik.
Pilkada lewat DPRD manuver politik para elite yang telah diperhitungkan secara matang demi pembagian kekuasaan di tingkat daerah.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Pantas Nainggolan menegaskan perombakan struktur ini menjadi fondasi kebangkitan partai di Jakarta.
Ketua KPD Miftahul Arifin menjelaskan bahwa putusan tersebut sudah memberikan garis yang jelas mengenai batasan penerapan ambang batas parlemen.
Pengalaman pemerintahan sebelumnya yang menunjukkan bahwa besarnya dukungan parlemen tidak selalu berbanding lurus dengan efektivitas pemerintahan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan praktik tersebut membuka celah manipulasi hasil elektoral oleh pihak-pihak tertentu.
WAKIL Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengusulkan formula terkait ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.
KPK usulkan 5 poin perbaikan pemilu 2026 untuk cegah korupsi elektoral, mulai dari pembatasan uang tunai kampanye hingga penerapan rekapitulasi suara elektronik
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pergantian pemerintah bisa dilakukan secara damai melalui pemilu maupun impeachment sesuai mekanisme konstitusi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved