Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANALIS komunikasi politik Hendri Satrio (Hensa) menganalisis absennya mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dalam berbagai kesempatan di mana Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) kerap tampil bersama Presiden Prabowo Subianto.
Hensa menilai, setidaknya ada tiga penilaian terkait ketidakhadiran Megawati di tengah para pemimpin tersebut. Salah satunya, Megawati bisa jadi tidak mengetahui informasi pertemuan para pemimpin ini.
“Kalau tentang Ibu Mega, saya ada tiga opsi jawaban. Yang pertama, Bu Meganya nggak tahu. Jadi emang nggak ada yang kasih tahu Bu Mega atau mungkin dia sedang tidak mendapatkan informasi baik tentang pertemuan-pertemuan para presiden ini,” ujar Hensa kepada wartawan.
Namun, Hensa juga menilai, bisa jadi memang Megawati tidak ingin hadir di antara ketiga pemimpin tersebut.
“Kemudian opsi jawaban saya yang kedua, dia nggak mau. Karena memang dia merasa bahwa dia bukan bagian dari Jokowi yang dalam sejarahnya menurut dia mengkhianati dirinya. Pak SBY juga mengkhianati dirinya. Makanya dia nggak mau ikutan," kata Hensa.
Ketiga, Hensa menilai, Megawati bisa jadi merasa belum waktunya ia bergabung sehingga ia tidak hadir disaat ketiga pemimpin tersebut berkumpul.
“Nah, opsi yang ketiga menurut saya, dia menilai ini belum waktunya dia bergabung. Jadi dari tiga hal itu kita tunggu aja mana yang benar,” kata Hensa.
Menurutnya, opsi pertama sulit dipastikan kebenarannya. Sementara itu, Hensa menilai opsi kedua lebih banyak diperbincangkan publik.
Ia merujuk pada sejarah hubungan politik yang dianggap kurang harmonis antara Megawati dengan SBY dan Jokowi sebagai kemungkinan alasan presiden ke-5 itu tidak bergabung.
“Yang nomor dua, publik juga sudah jadi desas-desus yang kemana-mana. Bahwa hubungan SBY ke Ibu Mega nggak oke, Jokowi ke Bu Mega nggak oke,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk opsi ketiga, Hensa melihat ada sisi positif jika Megawati memang sengaja menunda keikutsertaannya.
Namun, kata Hensa, sebenarnya ada baiknya jika Megawati hadir sebagai penyeimbang dengan tetap bertahan di luar pemerintahan.
“Yang ketiga, mudah-mudahan dia merasa memang dia belum perlu bergabung saat ini karena mungkin untuk membereskan beberapa hal di partainya, dan mungkin juga bagus untuk Indonesia karena dia menjadi kekuatan di luar pemerintahan yang bisa menjadi penyimbang nantinya,” jelasnya.
Meski begitu, Hensa menyebut kehadiran Puan Maharani dalam beberapa saat terakhir bisa dianggap sebagai perwakilan Megawati dalam setiap pertemuan para pemimpin tersebut.
“Ya minimal Mbak Puan hadir terus saya lihat. Itu perwakilan ya dari Ibu Mega,” tutupnya. (H-3)
Proyek hilirisasi tahap kedua ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru dengan nilai investasi mencapai Rp116 triliun.
KETUA Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengapresiasi pembangunan 13 proyek hilirisasi II oleh BPI Danantara dan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto, Rabu (29/4), berikut daftarnya
DINAS Pertanian dan Perikanan Pekanbaru memastikan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto di Kota Pekanbaru pada momen Idul Adha 1446 H dalam kondisi sehat. Sapi simental berbobot nyaris 1 ton
Syahganda menyebut penunjukan Jumhur sebagai awal ‘pertarungan baru’, terutama dalam menghadapi kekuatan oligarki yang dinilai merusak lingkungan.
Partai Ummat juga menyerukan Kementerian Hukum menjaga independensi sebagai lembaga eksekutif yang seharusnya memberikan pelayanan.
Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembangunan flyover di Bekasi guna mencegah kecelakaan kereta api. Anggaran Rp4 triliun disiapkan untuk 1.800 titik.
Ia menjelaskan, gagasan otonomi daerah mulai dirintis pada penghujung masa pemerintahan Soeharto.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons pernyataan Jusuf Kalla terkait peran politiknya bagi Jokowi. Gibran sebut JK sebagai idola dan mentor
PRESIDEN ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi buka suara terkait pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla soal jasanya mengantarkan Jokowi menjadi presiden.
POLEMIK terkait ijazah palsu Jokowi yang merupakan Presiden ke-7 RI dinilai belum akan mereda dalam waktu dekat meskipun sudah ada jalur hukum
POLDA Metro Jaya menghentikan penyidikan terhadap tiga orang tersangka terkait kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi setuju dengan langkah Wakil Presiden ke 10 dan ke 12 Jusuf Kalla melaporkan Rismon Sianipar yang menuduhnya mendanai Roy Surya dkk soal kasus ijazah palsu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved