Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA Corruption Watch (ICW) menyebut pemerintah terlalu terburu-buru dalam menerapkan kebijakan efisiensi anggaran. Koordinator Divisi Pengelolaan Pengetahuan ICW, Wana Alamsyah menilai pemotongan anggaran seharusnya mempertimbangkan analisis yang tepat dan mengukur implikasi yang ditimbulkan akibat tindakan tersebut.
Ia mengatakan melihat potensi korupsi dalam penggunaan anggaran yang cukup tinggi, penting untuk mengidentifikasi anggaran mana
yang memiliki risiko tinggi terjadinya korupsi.
"Namun, keluarnya Inpres 1/2025 patut diduga tanpa adanya evaluasi terhadap efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran, misal anggaran pertemuan yang memboroskan belanja negara, pembelian peralatan yang tidak memiliki urgensi keterpakaian, atau pembayaran insentif bagi pejabat publik dari struktur yang gemuk," kata Wana saat konferensi pers di Jakarta, Senin (17/2).
Selain itu, Wana menduga pemangkasan anggaran tidak melalui proses analisis dampak yang komprehensif. Ia mengatakan pihaknya menganalisis bahwa kebijakan efisiensi anggaran dilakukan secara terburu-buru.
Ia mengatakan kebijakan yang terburu-buru itu dapat terlihat dari dua aspek. Pertama, pemangkasan anggaran dilakukan secara tidak transparan sehingga berpotensi menghambat
akses layanan dasar warga.
"Selain itu, kebijakan efisiensi ini tidak melalui evaluasi penggunaan anggaran tahun sebelumnya. Evaluasi penggunaan anggaran secara ideal digunakan untuk mengidentifikasi komponen mana yang tidak tepat sasaran. Tanpa adanya evaluasi, kebijakan efisiensi anggaran ini berpotensi akan memengaruhi layanan publik dan dapat berimplikasi terhadap maladministrasi," katanya.
Aspek kedua, kata ia, kebijakan pemangkasan anggaran tidak melalui proses analisis kebermanfaatan, terutama belanja pengadaan di Kementerian/Lembaga yang tidak relevan dengan masyarakat.
Berdasarkan data rencana dan pelaksanaan pengadaan di tahun 2025, ICW menemukan ada sejumlah pengadaan yang tidak memiliki relevansi dengan kepentingan warga. Meskipun telah
ada kebijakan yang telah dikeluarkan sejak 22 Januari lalu, namun masih terdapat lelang yang telah selesai dilaksanakan, diantaranya oleh Kepolisian dan Kejaksaan.
ICW juga mengidentifikasi terdapat belanja yang disyaratkan oleh Inpres untuk dipotong tapi faktanya masih tetap direncanakan atau bahkan sedang atau telah dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan, Polri, dan Kejaksaan Agung.
ICW enemukan Kementerian Pertahanan merencanakan lebih besar untuk belanja operasional perkantoran dengan nilai Rp14,82 triliun dan disusul untuk belanja pengadaan peralatan dan mesin senilai Rp12,34 triliun. Salah satu komponen pengadaan yang sangat besar yakni belanja bahan bakar minyak dan pelumas dengan total pagu senilai Rp5,44 triliun.
Sementara itu, komponen rencana belanja Kepolisian RI paling besar pada pengadaan peralatan dan mesin sekitar Rp8,7 triliun dan diikuti dengan belanja operasional perkantoran sekitar Rp3,52 triliun. Hal yang sama tergambar dari perencanaan yang dilakukan oleh Kejaksaan, yakni menganggarkan Rp5,74 triliun untuk pengadaan peralatan dan mesin.
Maka dari itu, Wana menilai narasi Presiden Prabowo Subianto yang kerap menyampaikan penghematan uang negara untuk rakyat hanya pepesan kosong. ICW menemukan saat ini masih terdapat Rp49,6 triliun pagu anggaran yang di antaranya untuk membiayai alat surveillance, senjata anti huru-hara di Kementerian Pertahanan, Polri, dan Kejaksaan.
"Kebijakan efisiensi anggaran patut diduga bertujuan hanya untuk membiayai program populisnya Prabowo dan untuk sektor keamanan. Padahal, anggaran yang dialokasikan terlalu
besar untuk sektor keamanan akan meningkatkan potensi represifitas oleh aparat keamanan dan memperburuk kekerasan terhadap warga sipil," katanya.(P-4)
Wana menekankan bahwa Presiden disebut belum juga bertemu dengan KPRP meskipun komisi tersebut telah merampungkan rekomendasi sejak 2 Februari 2026.
ICWmenilai praktik pemberian THR oleh sejumlah kepala daerah kepada forkopimda merupakan bentuk gratifikasi termasuk kasus bupati tulungagung gatut sunu wibowo
MANTAN Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas kini menjadi tahanan rumah. ICW menilai sangat berisiko karena ada potensi penghilangan barang bukti kasus korupsi kuota haji
ICW mendesak Dewas KPK memeriksa pimpinan lembaga antirasuah itu setelah mengalihkan status penahanan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dari tahanan rutan jadi tahanan rumah
ICW mengkritik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK yang mengalihkan status penahanan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dari Rumah Tahanan (Rutan) menjadi tahanan rumah
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mendesak pemerintah untuk segera membatalkan kebijakan impor 105.000 unit kendaraan pick up (pikap) dari India.
Proyek hilirisasi tahap kedua ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru dengan nilai investasi mencapai Rp116 triliun.
KETUA Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengapresiasi pembangunan 13 proyek hilirisasi II oleh BPI Danantara dan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto, Rabu (29/4), berikut daftarnya
DINAS Pertanian dan Perikanan Pekanbaru memastikan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto di Kota Pekanbaru pada momen Idul Adha 1446 H dalam kondisi sehat. Sapi simental berbobot nyaris 1 ton
Syahganda menyebut penunjukan Jumhur sebagai awal ‘pertarungan baru’, terutama dalam menghadapi kekuatan oligarki yang dinilai merusak lingkungan.
Partai Ummat juga menyerukan Kementerian Hukum menjaga independensi sebagai lembaga eksekutif yang seharusnya memberikan pelayanan.
Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembangunan flyover di Bekasi guna mencegah kecelakaan kereta api. Anggaran Rp4 triliun disiapkan untuk 1.800 titik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved