Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI Ratna Dewi Pettalolo mengatakan angka kemiskinan di sebuah daerah menentukan penerimaan masyarakat akan politik uang dalam gelaran pemilu. Fenomena itu diketahuinya setelah bertemu dengan jajaran Bawaslu Kabupaten Pandeglang, Banten, belum lama ini.
"Salah seorang peserta mengatakan bahwa Kabupaten Pandeglang adalah kabupaten dengan angka kemiskinan yang tinggi," kata Dewi dalam acara peluncuran Pemetaan Kerawanan Pemilu dan Pemilihan Serentakan 2024 Isu Strategis Politik Uang di Bandung, Minggu (13/8).
"Dan memang tidak bisa kita pungkiri, daerah-daerah yang memiliki angka kemiskinan tinggi itu pasti akan menjadi daerah yang potensi politik uangnya juga akan sangat tinggi," sambungnya.
Baca juga: Bawaslu Ajak PPATK dan OJK Berantas Politik Uang Elektronik
Dewi juga mengungkap bahwa partisipasi masyarakat Pandeglang dalam pemilu sangat ditentukan oleh politik uang. Jika masyarakat diberikan uang, sambungnya, partisipasi memilih di tempat pemungutan suara akan tinggi. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak untuk melakukan pendekatan-pendekatan khusus terhadap daerah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi.
Di samping itu, Dewi juga menyinggung adanya daerah yang menjadikan budaya lokal sebagai legitimasi paktik politik uang. Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, contohnya, memiliki budaya membagi-bagikan uang saat pesta besar. Budaya itu tumbuh, mengakar, dan dipertahankan sampai saat ini.
"Itu selalu terjadi saat masa kampanye, baik itu kampanye pemilu maupun pilkada. Dan selalu dipertanyakan apakah ini bisa masuk kategori politik uang, padahal ini adalah bagian dari budaya yang sudah ada, tumbuh, dan pelihara," ujar Dewi.
Baca juga: Politik Uang Rawan di Pemilu 2024, Bawaslu Singgung Sanksi Pembatalan Calon
Di sisi lain, ia mengatakan, jika budaya seperti itu terus dibiarkan, proses pemilu akan terganggu dan tercederai. Seperti halnya daerah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi, pendekatan khusus juga diperlukan bagi daerah dengan budaya melegitimasi politik uang.
"Kadi memang pekerjaan rumah ini tidak mudah. Butuh kerja keras dan ikhtihar yang sungguh-sungguh," tandasnya. (Z-6)
PEMBAHASAN Rancangan Undang-Undang tentang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) kembali masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Tanpa perubahan mendasar, parlemen berpotensi semakin dikuasai kelompok bermodal besar.
Taufan menyoroti persoalan ambang batas parlemen yang menurutnya menjadi isu penting dan membutuhkan kajian panjang serta komprehensif agar dapat ditentukan metode yang paling tepat.
Perludem menilai efisiensi anggaran seharusnya ditempuh melalui digitalisasi pemilu, penyederhanaan tahapan, serta rasionalisasi badan ad hoc.
MENYIKAPI wacana kembalinya Pilkada ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Selatan segera menyusun langkah antisipasi.
Ketua KPD Miftahul Arifin menjelaskan bahwa putusan tersebut sudah memberikan garis yang jelas mengenai batasan penerapan ambang batas parlemen.
Pengalaman pemerintahan sebelumnya yang menunjukkan bahwa besarnya dukungan parlemen tidak selalu berbanding lurus dengan efektivitas pemerintahan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan praktik tersebut membuka celah manipulasi hasil elektoral oleh pihak-pihak tertentu.
WAKIL Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengusulkan formula terkait ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.
KPK usulkan 5 poin perbaikan pemilu 2026 untuk cegah korupsi elektoral, mulai dari pembatasan uang tunai kampanye hingga penerapan rekapitulasi suara elektronik
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pergantian pemerintah bisa dilakukan secara damai melalui pemilu maupun impeachment sesuai mekanisme konstitusi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved