Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TENTARA Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-OPM mengklaim masih menahan 12 mayat pasukan TNI dari Yonif-321 yang diserang di Distrik Mugi-Mam, Nduga, Papua Pegununga pada akhir pekan lalu.
Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom mengungkapkan, hingga saat ini ke-12 mayat tersebut belum bisa dievakuasi.
“Dalam laporannya Perek Kogeya mengatakan bahwa mereka telah melakukan serangan dan menembak mati 13 anggota militer Indonesia. TNI hanya evakuasi satu mayat saja,” katanya ketika dihubungi, Senin.
Baca juga : Sempat Hilang, 4 Anggota TNI yang Diserang KKB Telah Kembali
Sebby mengungkapkan hingga dirinya melaporkan informasi tersebut, pihak TPNPB masih melakukan baku tembak dengan aparat TNI-Polri. “Militer dan polisi Indonesia masih memancing kami untuk baku perang,” ungkapnya.
Mengenai rencana Pemerintah Indonesia untuk mengirim pasukan dalam jumlah besar, Sebby menegaskan, pihaknya siap meladeni.
Baca juga : TNI Pertimbangkan Penambahan Pasukan dan Alutsista Usai Penyerangan KKB
“Bahkan sampai satu juta juga kami siap layani,” pungkasnya. (Z-5)
Komandan Pusat Polisi Militer TNI Mayjen Yusri Nuryanto mengatakan bahwa pelaku penembakan di Rest Area KM45 Tol Tangerang-Merak merupakan oknum anggota TNI dan sudah ditangkap.
Sepanjang sejarah Amerika Serikat, beberapa presiden telah menjadi korban upaya pembunuhan.
TNI terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku pembunuhan Danramil 1703-04/Aradide Letda Inf Oktovianus Sogarlay oleh gerombolan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
PRAJURIT TNI asal Kebumen, Sertu Marinir Ismunandar, gugur dalam pertempuran kontak tembak dengan kelompok separatis kelompok kriminal bersenjata (KKB Papua).
Kontak tembak terjadi antara aparat gabungan TNI-Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, Jumat (1/3).
PT Asabri menyerahkan santunan kepada ahli waris prajurit TNI yang gugur dalam tugas.
Serangan terhadap personel yang menjalankan mandat tersebut dinilai bertentangan dengan ketentuan internasional yang berlaku.
zat kimia yang digunakan empat oknum prajurit TNI untuk menyerang Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yakni campuran air aki bekas dan pembersih karat
Awalnya, hakim bertanya soal Edi yang disebut juga terkena cairan saat menyiram Andrie Yunus. Kemudian, saat hakim menanyakan mana Terdakwa I, Edi tampak melamun.
Empat personel TNI didakwa melakukan penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Motifnya demi memberi efek jera karena dinilai melecehkan institusi.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terungkap di sidang. Oditur menyebut motif dendam terkait isu revisi UU TNI dan narasi antimiliterisme.
Pihaknya telah melakukan serangkaian langkah sejak pertengahan Maret untuk mendalami kasus tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved