Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Rektor Unila, Karomani bersama enam pejabat lainnya di Bandung dan Lampung pada Sabtu, 20 Agustus 2022 dini hari.
Setelah kejadian itu, kedua rumah Karomani yakni rumah dinas yang berada di lingkungan Unila dan rumah pribadinya di jalan Dahlia, Kadaton nampak sepi.
Saat ditelusuri, ternyata Karomani juga mempunyai satu rumah lainnya yang berada di Jalan Haji Komarudin, Rajabasa Jaya, Bandar Lampung.
Rumah dengan nomor 08 itu nampak mewah dengan gerbang besar berwarna coklat. Terlihat ada dua petugas keamanan yang berjaga di dalam.
Dua petugas itu mengenakan seragam satpam berwarna cokelat dengan tag 'Unila' pada lengan kanannya. Di dalam juga terlihat ada mobil Inova Reborn berwarna putih dengan plat merah bernomor BE 1810 BZ.
Baca juga: KPK Tangkap Rektor Unila Terkait Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
Sementara itu Ketua RT 07, Rajabasa Jaya, Harsulludin mengatakan rumah tersebut benar milik Rektor Unila yang tengah diamankan KPK terkait OTT di Bandung.
"Iya rumahnya pak Karomani, sudah dibangun sejak dua tahun yang lalu," kata dia. Sabtu, 20 Agustus 2022.
Harsulludin mengatakan, Karomani belum menempati rumah tersebut. Hanya beberapa kali datang saat ada keperluan.
"Sesekali datang, tapi kalau ada hajatan saja. Kalau selama ini yang jaga cuma satpam, pagi itu dua kalau malam tiga satpam yang jaga," ujarnya. (OL-4)
Akses menuju pendopo Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang juga merupakan rumah dinas bupati, masih ditutup rapat pasca-OTT KPK.
KPK menetapkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama ajudannya Dwi Yoga Ambal sebagai tersangka usai operasi tangkap tangan pada 11 April 2026. Kasus ini menambah panjang daftar kepala daerah yang tumbang lewat OTT KPK sepanjang 2026.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama ajudannya Dwi Yoga Ambal menjalani pemeriksaan setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Gedung Merah Putih KPK.
Dalam kasus ini, ada 18 orang tertangkap di Tulungagung. Dari total itu, sebanyak 13 orang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
Uang sitaan itu diberikan ke Gatut lewat Yoga yang merupakan orang kepercayaannya. Dalam pemeriksaan, uang bakal digunakan untuk kepentingan pribadi Gatut.
Karena perjanjian itu, Gatut berani meminta uang kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan lainnya, karena adanya klausul manut perintah bupati.
KPK belum bisa merinci total nominal yang disita karena masih dalam proses verifikasi.
Hingga saat ini para pihak yang terjaring OTT masih menjalani pemeriksaan intensif di Cilacap.
KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak-pihak yang ditangkap.
KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi senyap ini.
Tim di lapangan juga membawa sejumlah pihak lainnya yang diduga terlibat dalam perkara ini.
KPK ungkap Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari patok fee proyek 10-15% dari total anggaran Rp91,13 Miliar di Dinas PUPRPKP.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved