Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (24/5). Nurhadi tiba di Kantor KPK pukul 09.52 WIB.
"Nanti ya, nanti. Waktunya mepet," kata Nurhadi kepada wartawan yang sudah menunggu sejak pagi tadi.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati menjelaskan, Nurhadi diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi. Dia dipanggil karena keterangannya dibutuhkan penyidik.
"Yang bersangkutan akan diperiksa untuk tersangka DAS (Direktur PT Kreasi Dunia Keluarga Doddy Ariyanto Supeno)," kata Yuyuk.
Sebelumnya KPK menjadwalkan pemeriksaan Nurhadi pada Jumat (20/5). Namun, Nurhadi yang masih berstatus saksi tetapi dicekal bepergian ke luar negeri, itu tidak hadir dengan alasan orang tuanya sakit.
Selain Nurhadi, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap beberapa saksi lain. Mereka adalah Kuzaeni, supir; Fauzi Hadi Nugroho, polisi; Dwianto Budiawan, polisi; Eddy Sindoro chairman PT Paramount Enterprise; dan Edy Nasution, panitera PN Jakpus.
"Mereka juga saksi untuk DAS," papar Yuyuk.(X-11)
Serangan terhadap personel yang menjalankan mandat tersebut dinilai bertentangan dengan ketentuan internasional yang berlaku.
zat kimia yang digunakan empat oknum prajurit TNI untuk menyerang Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yakni campuran air aki bekas dan pembersih karat
Awalnya, hakim bertanya soal Edi yang disebut juga terkena cairan saat menyiram Andrie Yunus. Kemudian, saat hakim menanyakan mana Terdakwa I, Edi tampak melamun.
Empat personel TNI didakwa melakukan penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Motifnya demi memberi efek jera karena dinilai melecehkan institusi.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terungkap di sidang. Oditur menyebut motif dendam terkait isu revisi UU TNI dan narasi antimiliterisme.
Pihaknya telah melakukan serangkaian langkah sejak pertengahan Maret untuk mendalami kasus tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved