Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meyakini Presiden Joko Widodo menaruh perhatian tinggi atas temuan dan rekomendasi mengenai tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komnas HAM berkeinginan untuk menjelaskan secara langsung persoalan alih status pegawai KPK tersebut.
"Kami meyakini Presiden memberikan atensi terhadap temuan faktual Komnas HAM, terhadap kesimpulan pelanggaran, dan terhadap rekomendasinya," kata Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam dalam diskusi daring, Minggu (29/8).
Komnas HAM melalui penyelidikannya menyatakan pelaksanaan TWK pegawai KPK melanggar HAM. Komnas menduga ada penyingkiran pegawai KPK dengan stigma Taliban. Komnas menyebut 11 bentuk pelanggaran yakni hak atas keadilan dan kepastian hukum, hak perempuan, hak untuk tidak didiskriminasi, hak atas kebebasan beragama dan berkeyakinan.
Kemudian, hak atas pekerjaan, hak atas rasa aman, hak atas informasi, hak atas privasi, hak atas kebebasan berkumpul dan berserikat, dan hak untuk berpartisipasi dalam pemerintahan.
Anam mengatakan rekomendasi yang dihasilkan Komnas merupakan satu paket dengan temuan-temuan faktual. Menurutnya, temuan-temuan itu juga pebting untuk dijelaskan langsung agar pengambilan kebijakan terkait kepegawaian di KPK itu ke depan bisa lebih baik dan tak terjadi lagi.
Baca juga : Alumni BEM dan Aktivis Kampus Deklarasikan Pandawa Nusantara
"Karena kalau tidak ada atensi ini serem banget. Jangan sampai alat-alat seperti ini kayak litsus (penelitian khusus) zaman Orde Baru. Orang distigma dengan gampang kalau dia tidak lolos litsus. Ini potensinya ada," kata Anam.
Menurutnya, asesmen TWK tersebut menjadi cermin pemahaman isu kebangsaan yang sempit lantaran di dalamnya terdapat pelanggaran-pelanggaran prinsip HAM. Dalam konteks lain seperti merebaknya fenomena intoleransi, kata dia, wawasan kebangsaan secara umum memang dibutuhkan. Namun, imbuhnya, isu kebangsaan sebaiknya tetap dipandang dinamis dan terbuka.
"Kalau taat kepada negara paling gampang taat kepada putusan hukum dan undang-undang. Kalau kebangsaan itu hubungan-hubungan politik dan kemasyarakatan yang sangat dinamis bisa selalu berkembang. Jadi enggak bisa ada tes, ada penguatan penting dan sifat kebangsaan terbuka," ujarnya.
Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Purwono sebelumnya menyatakan sikap Presiden Jokowi terkait persoalan TWK itu tidak berubah dari yang sudah disampaikan sebelumnya. Presiden menghormati rekomendasi Komnas HAM dan juga Ombudsman RI. Presiden juga menghormati dan menunggu proses yang saat ini berlangsung di Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung terkait isu tersebut.
"Presiden menghormati rekomendasi Ombudsman dan Komnas HAM terkait isu pengalihan status pegawai KPK," ucapnya. (OL-2))
Pihaknya telah melakukan serangkaian langkah sejak pertengahan Maret untuk mendalami kasus tersebut.
15 warga sipil tewas dalam konflik di Puncak Papua. Komnas HAM menyebut ini tragedi kemanusiaan terberat 2026. Simak fakta lengkapnya.
Pendekatan dialog merupakan langkah paling bermartabat dalam menyelesaikan konflik kemanusiaan di Papua.
Komnas HAM sebut pengesahan UU PPRT langkah strategis lindungi 4,2 juta pekerja rumah tangga dari eksploitasi dan kekerasan.
Komnas HAM menilai operasi TNI di Kabupaten Puncak, Papua, yang menewaskan 12 warga sipil sebagai pelanggaran HAM. Simak pernyataan lengkap dan desakan evaluasi.
Komnas HAM duga ada belasan pelaku lain dalam kasus penyiraman air keras Andrie Yunus. TGPF diusulkan jika Polri gagal ungkap aktor tambahan.
Ganjar Pranowo mengaku belum mendapatkan surat undangan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menghadiri secara langsung penetapan pemenang Pilpres 2024 di kantor KPU RI.
KPU mengundang pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md untuk penetapan presdien dan wapres terpilih Pilpres 2024.
Jair Bolsonaro enggan melihat rival politiknya, yakni Luiz Inacio Lula da Silva, dilantik untuk menggantikan posisinya sebagai Presiden Brasil.
Abdul Latif Rashid yang terpilih sebagai Presiden yang diharapkan membawa Irak keluar dari krisis politik yang terjadi satu tahun terakhir.
Masih banyak RS yang belum memiliki kemampuan biaya untuk merenovasi kelas perawatan menjadi seperti yang diamanatkan KRIS.
Penolakan yang merata dari berbagai aspek masyarakat, dilatarbelakangi sejumlah alasan. Mulai dari perbaikan ekonomi, pandemi covid-19, hingga pembangunan Ibu Kota Negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved