Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PASUKAN khusus TNI yang dikirimkan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk ikut memburu kelompok sipil bersenjata Mu jahidin Indonesia Timur (MIT) tiba di Palu, Sulawesi Tengah, kemarin. Dengan kehadiran prajurit pilihan itu diharapkan Ali Kalora dan gerombolannya segera bisa ditangkap hidup atau mati.
Komandan Korem 132 Tadulako Brigjen Farid Makruf mengatakan pasukan khusus tersebut akan memperkuat personel TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas Operasi Tinombala di Kabupaten Poso, Parigi Moutong, dan Sigi. Mereka berasal dari satuan Kostrad, Marinir, dan Peleton Pengintai Keamanan. “Dengan adanya penam bahan pasukan khusus ini diharap pengejaran semakin efektif dan bisa menangkap Ali Kalora cs.”
Dia menjelaskan sinergi TNI dan Polri dalam memburu kelompok MIT sebenarnya cukup efektif un tuk mendesak pergerakan mereka. “Karena efektifnya operasi bersama di Poso membuat kelompok itu berpindah dari Kabupaten Poso ke Parigi Moutong hingga ke Kabupaten Sigi,” ungkap Farid.
Farid menambahkan, MIT sebenarnya sudah tidak kuat dan tinggal 11 orang. Akan tetapi, mereka sangat menguasai medan sehingga sulit ditangkap. “Ali Kalora itu sangat mengenal medan hutan dan pegunungan di Poso. Apalagi dia mantan penebang kayu sehingga menguasai jalur keluar-masuk.”
MIT kembali melakukan teror pada Jumat (27/11). Mereka membunuh empat orang serta membakar delapan rumah termasuk satu rumah yang dijadikan tempat ibadah di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolom, Sigi.
Di Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengakui bahwa tidak mudah menumpas MIT karena medan berupa pegunungan dan hutan yang menjadi basis mereka sangat sulit. “Saya tahu persis medan di sana. Gunungnya berlapis-lapis, itu sangat luas. Hutannya juga masih cukup lebat dan masyarakat itu tinggal cukup berjauhan sehingga untuk menjaga rasa aman mereka memang tidak mudah,” ujarnya.
Karena itu, Moeldoko memberi masukan kepada Panglima TNI untuk melakukan intervensi dengan menggunakan wilayah tersebut sebagai pusat latihan operasi gabungan. Jika TNI tidak turun ta ngan, dia khawatir situasi tak kunjung membaik. Menurutnya, Polri punya keterbatasan untuk bergerak di medan yang sangat sulit seperti di Sigi dan Poso.
Secepatnya
Asisten Operasi Kapolri, Irjen Imam Sugianto, mengatakan apa - rat gabungan terus mengejar MIT yang terafi liasi dengan teroris internasional, IS. Dia menegaskan, aparat bertekad untuk secepatnya menangkap Ali Kalora dan kelompoknya, tetapi tidak mematok target waktu.
Selain mengejar pelaku pembantaian di Sigi, Polri juga akan membangun kembali rumah warga yang dibakar. Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rakhman Baso menuturkan, negara memberikan perhatian serius kepada para korban.
Polda Sulteng juga akan memberikan trauma healing untuk memulihkan sekitar 250 warga yang mengungsi di Balai Desa Lemban Tongoa dari trauma. Perwakilan lintas agama di Palu, Pendeta Frist A Kadora, mengapresiasi langkah-langkah tersebut. (Pra/Ykb/Cah/X-8)
Korps Relawan Bencana di bawah Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menyelenggarakan rangkaian Psychosocial Support Program bagi anak-anak dan guru terdampak gempa bumi di Kabupaten Poso.
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Kabupaten Poso sebagai kawasan Warisan Geologi (Geoheritage) melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 265.K/GL.01/MEM.G/2025.
Wakil residen RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penanganan korban gempa bumi yang melanda Kabupaten Poso.
Kegiatan ini melibatkan personel Pos Kamtibmas Tamanjeka, Tim Alfa 1, dan Tim Alfa 2. Mereka mengangkat reruntuhan, meja, dan kursi yang rusak akibat gempa.
Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan kebutuhan dasar bagi para korban gempa bumi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, telah terpenuhi
SATGAS III Preventif Operasi Madago Raya Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah menggelar razia kendaraan di empat pos keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Minggu (10/8).
Serangan terhadap personel yang menjalankan mandat tersebut dinilai bertentangan dengan ketentuan internasional yang berlaku.
zat kimia yang digunakan empat oknum prajurit TNI untuk menyerang Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yakni campuran air aki bekas dan pembersih karat
Awalnya, hakim bertanya soal Edi yang disebut juga terkena cairan saat menyiram Andrie Yunus. Kemudian, saat hakim menanyakan mana Terdakwa I, Edi tampak melamun.
Empat personel TNI didakwa melakukan penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Motifnya demi memberi efek jera karena dinilai melecehkan institusi.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terungkap di sidang. Oditur menyebut motif dendam terkait isu revisi UU TNI dan narasi antimiliterisme.
Pihaknya telah melakukan serangkaian langkah sejak pertengahan Maret untuk mendalami kasus tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved