Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) menegaskan penggunaan sistem informasi rekapitulasi elektronik (Sirekap) hanya sebagai alat bantu perhitungan suara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, bukan sebagai acuan resmi.
Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik mengatakan perhitungan secara manual di tempat pemungutan suara (TPS) tetap dilakukan sebagaimana kesepakatan dalam rapat dengar pendapat antara KPU, pemerintah, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Komisi II DPR RI, Kamis (12/11).
“Kita masih menggunakan cara manual, KPU menggunakan Sirekap dalam rangka percepatan kerja, kontrol, dan alat bantu, serta publikasi,” tutur Evi dalam acara sosialisasi aplikasi Sirekap yang digelar secara daring, kemarin.
Evi mengatakan KPU akan menjadikan hasil Sirekap sebagai data pembanding hasil hitung manual di setiap TPS. KPU tetap memberikan salinan formulir model C-Hasil-KWK. C-Hasil-KWK merupakan sertifikat hasil dan rincian pemungutan serta penghitungan perolehan suara di TPS.
Setelah uji coba dan penyempurnaan, lanjut Evi, diharapkan Sirekap dapat digunakan pada Pemilu 2024 dan penerapannya diterima partai politik serta peserta pemilu sebagai sistem informasi untuk penetapan hasil pemungutan suara.
KPU memang diberikan kewenangan dalam Undang-Undang No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, untuk memanfaatkan teknologi informasi guna mempermudah proses perhitungan suara. Sedianya, KPU mulai menerapkan Sirekap pada Pilkada 2020 sebagai pengganti rekapitulasi manual.
Akan tetapi, pada RDP dan rapat konsultasi mengenai dua peraturan KPU tentang Pemungutan dan Perhitungan Suara, Kamis (12/11), DPR menolak penerapan Sirekap karena sistem itu belum terbukti siap.
Keraguan serupa juga sempat dilontarkan sejumlah kalangan lain, termasuk Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Data yang dihimpun jajaran Bawaslu di daerah menunjukkan terdapat 33.412 TPS yang belum terkoneksi jaringan internet. Lalu, 4.423 TPS masih terkendala listrik. Padahal, prasarana itu menjadi tulang punggung Sirekap.
Pendiri sekaligus Peneliti Senior Peneliti Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Hadar Nafis Gumay mengapresiasi inisiatif KPU. Sirekap dapat menjadi sarana mengontrol proses rekapitulasi suara bila ada perubahan atau potensi kecurangan oleh petugas di tingkat kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).
Meski begitu, Hadar menilai uji coba dan sosialisasi Sirekap belum cukup.
Bangun kepercayaan
Anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini menuturkan Sirekap yang hanya sebagai alat bantu jangan sampai melemahkan jajaran KPU dan penyelenggara lain di lapangan untuk memastikan akurasi penerapan Sirekap.
“Ini kan diharapkan dapat digunakan pada 2024, penting membangun kepercayaan publik pada teknologi ini sendiri,” tegas Titi.
Dalam kaitan rencana penerapan Sirekap pada Pemilu 2024, Komisioner Bawaslu Mochammad Afifuddin mengusulkannya agar masuk poin revisi Undang-Undang No 7/2017 tentang Pemilu yang kini tengah dibahas di DPR. Dengan begitu, payung hukum Sirekap lebih kuat. (P-2)
PEMBAHASAN Rancangan Undang-Undang tentang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) kembali masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Tanpa perubahan mendasar, parlemen berpotensi semakin dikuasai kelompok bermodal besar.
Taufan menyoroti persoalan ambang batas parlemen yang menurutnya menjadi isu penting dan membutuhkan kajian panjang serta komprehensif agar dapat ditentukan metode yang paling tepat.
Perludem menilai efisiensi anggaran seharusnya ditempuh melalui digitalisasi pemilu, penyederhanaan tahapan, serta rasionalisasi badan ad hoc.
MENYIKAPI wacana kembalinya Pilkada ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Selatan segera menyusun langkah antisipasi.
Ketua KPD Miftahul Arifin menjelaskan bahwa putusan tersebut sudah memberikan garis yang jelas mengenai batasan penerapan ambang batas parlemen.
Pengalaman pemerintahan sebelumnya yang menunjukkan bahwa besarnya dukungan parlemen tidak selalu berbanding lurus dengan efektivitas pemerintahan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan praktik tersebut membuka celah manipulasi hasil elektoral oleh pihak-pihak tertentu.
WAKIL Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengusulkan formula terkait ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.
KPK usulkan 5 poin perbaikan pemilu 2026 untuk cegah korupsi elektoral, mulai dari pembatasan uang tunai kampanye hingga penerapan rekapitulasi suara elektronik
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pergantian pemerintah bisa dilakukan secara damai melalui pemilu maupun impeachment sesuai mekanisme konstitusi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved