Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menggelar ekspose perkara hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Komisioner KPU Wahyu Setiawan, di Bandara Seokarno-Hatta Jakarta, Kamis (9/1).
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan ada empat orang yang kini diperiksa intensif. Status mereka kini masih terperiksa. Peningkatan status akan dilakukan dalam 1x24 jam ini.
Baca juga: Tetap Teken Sprindik, Pimpinan KPK Tak Khawatir Digugat
"Empat orang diamankan salah satunya WS (Wahyu Setiawan). Sampai malam ini masih ada pemeriksaan. Penyelidik punya waktu 1x24 jam. Begitu juga kalau ada penerimaan uangnya, besok dilakukan ekspose," kata Alex di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (8/1) malam.
Alex masih enggan membeberkan unsur pihak-pihak yang ditangkap. Diduga, unsur dari politikus turut diamankan dalam OTT tersebut.
"Apakah ada politikusnya, belum dipastikan. Besok (Kamis, 9/1) akan gelar perkara lalu kami umumkan," ujar Alex. (OL-8)
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti persoalan Stadion Barombong jika ditemukan bukti awal adanya dugaan tindak pidana korupsi.
MK menjelaskan bahwa tidak semua jabatan publik bisa diperlakukan sama. Jabatan yang diperoleh melalui pemilihan umum, seperti presiden atau anggota DPR.
Bantuan keuangan partai politik dari negara (Banpol) saat ini masih sangat minim, bahkan tidak mencapai dua persen dari total kebutuhan partai.
Penilaian itu merespons temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mencatat sedikitnya 371 politisi terjerat kasus korupsi sejak era reformasi.
Selain aspek keuangan, Doli menekankan pentingnya pembaruan sistem kaderisasi partai agar lebih terstruktur dan berorientasi pada kebutuhan publik.
Partai politik telah memiliki aturan main sendiri yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved