Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DANDHY Dwi Laksono, seorang Jurnalis yang juga pendiri rumah produksi Watchdoc dikabarkan telah ditangkap penyidik Polda Metro Jaya pada Kamis (26/9) pukul 23.00 WIB.
Ia berkicau di media sosial yang diduga telah menyebarkan ujaran kebencian menyangkut soal Papua.
Penangkapan dilakukan aparat di kediamannya di Jl. Sangata, jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat sesaat setelah Dandhy tiba sekitar pukul 22.30 WIB.
Dari keterangan yang didapat, kronologi penangkapan dimulai sekitar pukul 22.45 saat datang tamu dengan menggedor rumahnya yang kemudian dibuka oleh kreator film dokumenter Sexy Killers ini.
Namun, tamu berjumlah 4 orang yang dipimpin Fathur ini menunjukan surat penangkapan atas postingan media sosial milik Dandhy terkait Papua
Baca juga : Persoalan Papua Harus Diselesaikan Secara Komprehensif
Tim aparat kepolisian itu pun membawa Dandhy ke kantor Polda Metro Jaya pada pukul 23.05 menggunakan kendaraan mobil. Penangkapan ini disaksikan langsungholeh 2 Satpam RT yang sedang berjaga.
Penangkapan itu pun dibenarkan Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Asfinawati.
"Benar. Ada kronologi yang dibuat oleh istrinya," tulis Asfinawati melalui pesan singkat kepada Media Indonesia.
Dalam Surat Perintah Penangkapan yang beredar, Dandhy disangkakan dengan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 A ayat (2) UU No 11 tahun 2008 tentang perubahan atas UU no 8 tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 14 dan pasal 15 UU no 1 tahun 1946 tentang hukum pidana.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait kejadian ini. (OL-7)
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh jurnalis, tetapi juga oleh influencer yang mengemas isu publik menjadi konten singkat, cepat, dan menarik perhatian.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
KPAI mengapresiasi langkah Meta yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi korban deepfake AI yang membuatnya mahir pidato bahasa arab hingga bernyanyi merdu. Simak peringatannya soal bahaya hoaks!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved