Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI ini, Rabu 10 Juni 2020, kita, masyarakat Indonesia khususnya "warga net", memperingatinya sebagai Hari Media Sosial (medsos), dimana 5 tahun silam tepatnya 10 Juni 2015 lalu, salah seorang anak bangsa mencetuskan ide hari media sosial, setelah melihat pesatnya penggunaan medsos di tanah air.
Medsos sendiri kini seakan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam masyarakat Indonesia. Awalnya kerap digunakan untuk berinteraksi atau berkomunikasi, namun seiring kemajuan zaman dan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi yang sejalan dengan situasi serta kondisi saat ini, fungsi media sosial kian meningkat, termasuk bagi kami, Komisi Pemberantasan Korupsi.
KPK sendiri menggunakan medsos untuk beberapa program pemberantasan korupsi, salah satunya memberikan edukasi dan semangat kepada masyarakat khususnya para penyelenggara negara, agar ikut berperan aktif dan turut andil dalam pemberantasan korupsi.
Tak terhitung dukungan yang diberikan masyarakat kepada KPK, dan tidak sedikit informasi terkait dugaan telah terjadinya tindak pidana korupsi, yang diterima KPK.
Ada juga dan saran hingga kritik pedas yang ditujukan kepada KPK melalui medsos, semuanya kami terima, kita telaah dan jadikan pelecut semangat juang dalam tugas pemberantasan korupsi di Indonesia.
Atas semua sumbangsih seluruh elemen bangsa dalam mendukung dan ikut andil, berperan aktif memberantas korupsi bersama KPK, kami selaku Pimpinan KPK mengucapkan banyak terimakasih.
Ibarat menegakkan benang basah, tugas KPK memberantas laten korupsi di negeri ini, tidak akan efektif tanpa dukungan dan peran serta seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, termasuk saudara-saudara kita, anak bangsa yang saat ini berada atau tinggal diluar tanah air.
Baca juga: Langkah Hukum bagi Penebar Fitnah di Medsos
Saya yakin, cita-cita didirikannya republik ini untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia serta memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai Pancasila (dasar negara), Insya Allah dapat terwujud serta dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, apabila negeri tercinta kita ini bebas dari korupsi.
Melalui medsos, peran aktif kita, seluruh eksponen bangsa dalam memberantas korupsi, Insya Allah akan secepatnya mencabut tuntas korupsi yang telah berurat akar dinegeri ini.
Media sosial telah mengubah bagaimana masyarakat berkomunikasi. Media sosial telah menjadi alat komunikasi yang tidak hanya untuk berkomunikasi namun juga sarana untuk berbagi informasi.
Akan tetapi, kita harus sadar dan mawas diri dengan semua kecanggihan dan kemudahan yang ditawarkan oleh media sosial, mengingat tidak sedikit masyarakat, saudara-saudara kita lainnya yang masih belum sadar akan batasan dan etika dalam menggunakan media sosial.
Media sosial dapat memberikan dampak yang positif bagi orang yang menggunakannya dengan baik, bagi keluarga, teman, orang lain dan "warga net" lainnya. Namun, media sosial juga dapat berdampak negatif jika digunakan untuk tujuan negatif dan menyimpang.
Sebagai sesama anak bangsa dan sesama pengguna medsos, saya mengajak kepada kita semua untuk menjadikan medsos sebagai media penyebar kebaikan dan informasi yang benar dan valid kepada sesama.
Jauhi kata-kata buruk, apalagi menebar hoaks yang dapat memantik polemik dimasyarakat.
Medos jangan sampai merusak tatanan integritas dan kebidupan berbangsa dan bernegara, apalagi sampai mendekontruksi budaya sopan santun, saling menghormati dan budi berpekti tinggi, yang menjadi ciri khas negara ini dan dikenal hingga kemanca negara.
Kebebasan menggunakan medsos, bukan berarti kehilangan kesadaran kita dalam berbudi pekerti.
Ingat, hidup bukanlah siapa yang terbaik tetapi seberapa banyak kebaikan yang bisa kita lakukan.
Bijak menggunakan medsos, Selamat merayakan hari Media Sosial
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh jurnalis, tetapi juga oleh influencer yang mengemas isu publik menjadi konten singkat, cepat, dan menarik perhatian.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
KPAI mengapresiasi langkah Meta yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi korban deepfake AI yang membuatnya mahir pidato bahasa arab hingga bernyanyi merdu. Simak peringatannya soal bahaya hoaks!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved