Harga BBM Nonsubsidi Disesuaikan Mengikuti Dinamika Global

Hendri Kremer
18/4/2026 18:31
Harga BBM Nonsubsidi Disesuaikan Mengikuti Dinamika Global
Petugas melayani pengisian BBM jenis Pertalite kepada pengendara di salah satu SPBU di Kepulauan Riau, Sabtu (18/4/2026). Penyesuaian harga BBM nonsubsidi diberlakukan, sementara pasokan BBM subsidi dipastikan tetap aman.(MI/Hendri Kremer)

HARGA bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali mengalami penyesuaian. Di tengah kebijakan tersebut, Pertamina wilayah Kepulauan Riau mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tertib, khususnya dalam penggunaan BBM subsidi.

Kepala Pertamina wilayah Kepulauan Riau, Bagus Handoko, mengatakan bahwa penyesuaian harga ini merupakan kebijakan yang telah ditetapkan bersama oleh pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Untuk BBM subsidi tidak ada perubahan harga. Sementara BBM nonsubsidi dilakukan penyesuaian sesuai keputusan yang telah ditetapkan,” katanya, Sabtu (18/4).

Ia menambahkan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan hal yang lazim dilakukan dan biasanya mengacu pada pergerakan harga minyak dunia, khususnya indeks Mean of Platts Singapore (MOPS).

“Ini mekanisme yang rutin, mengikuti dinamika harga global. Jadi bukan sesuatu yang baru,” ujarnya.

Meski umumnya dilakukan setiap awal bulan, penyesuaian kali ini sempat tertunda. Awalnya direncanakan berlaku sejak 1 April, namun baru diterapkan pada hari ini pukul 00.00 WIB setelah mempertimbangkan berbagai dinamika yang terjadi.

Bagus memastikan bahwa stok BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, di seluruh SPBU wilayah Kepulauan Riau dalam kondisi aman dan terkendali.

“Ketersediaan stok aman dan terus kami jaga. Tidak ada kendala distribusi di lapangan,” tegasnya.

Terkait perbedaan harga BBM di sejumlah wilayah seperti Batam dan Tanjungpinang, ia menjelaskan bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh status kawasan. Batam yang merupakan wilayah Free Trade Zone (FTZ) memiliki skema harga yang berbeda dibandingkan daerah lain.

Selain itu, Pertamina juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tertib dalam membeli dan menggunakan BBM subsidi agar tepat sasaran. Penggunaan sistem QR Code yang telah diterapkan diharapkan dapat membantu pengawasan distribusi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti aturan yang berlaku, sehingga BBM subsidi benar-benar dimanfaatkan oleh yang berhak,” tambahnya.

Dengan penyesuaian ini, Pertamina memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar serta menjaga stabilitas pasokan di tengah fluktuasi harga minyak global.

Harga Pertamax Turbo kini dibanderol sebesar Rp 19.400 per liter, naik Rp 6.00 dari sebelumnya seharga Rp 13.100 per liter.

Kemudian harga Dexlite menjadi sebesar Rp 23.600 per liter, melonjak Rp 9.400 dari sebelumnya seharga Rp 14.200 per liter.

Pertamina Dex yang harganya menjadi sebesar Rp 23.900 per liter, melonjak Rp 9.400 dari sebelumnya yang seharga Rp 14.500 per liter. Sementara untuk harga Pertamax tetap dibanderol sebesar Rp 12.300 per liter, serta Pertamax Green 95 tetap seharga Rp 12.900 per liter. (HK/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya