Antisipasi El Nino 2026, Pemkot Balikpapan dan BWS Percepat Pembangunan Bendali Ampal Hulu

Ervan Masbanjar
16/4/2026 12:24
Antisipasi El Nino 2026, Pemkot Balikpapan dan BWS Percepat Pembangunan Bendali Ampal Hulu
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud memimpin rapat terkait antisipasi el nino bersama BWS Kalimantan IV .(MI/Ervan Masbanjar-HO)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Balikpapan, Kalimantan Timur, memperkuat langkah antisipatif menghadapi potensi fenomena El Nino yang diprediksi mencapai puncaknya pada pertengahan 2026. Fokus utama mitigasi diarahkan pada ketersediaan air baku dan pengendalian banjir melalui kolaborasi lintas instansi.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, mengungkapkan pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV. Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan infrastruktur pendukung di tengah ancaman perubahan iklim.

“Kami telah menjalin koordinasi intensif dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV, untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan mitigasi risiko yang mungkin timbul akibat perubahan iklim El Nino tersebut,” tegas Rahmad Mas’ud, dikutip Kamis (16/4).

Solusi Air Baku dan Pengendalian Banjir
Menurut Rahmad, diskusi bersama BWS mencakup perkembangan, dampak, serta solusi teknis terkait fasilitas pendukung air bersih. Hal ini krusial agar layanan masyarakat tidak terganggu meskipun potensi kekeringan membayangi.

Salah satu proyek strategis yang menjadi tumpuan adalah pembangunan Bendungan Pengendali (Bendali) Ampal Hulu yang berlokasi di belakang Pasar Segar. Proyek ini dirancang memiliki fungsi ganda (multipurpose).

“Bendali itu memiliki fungsi ganda yakni, sebagai cadangan air baku sekaligus infrastruktur pengendali banjir di wilayah perkotaan. Sehingga kami berharap infrastruktur ini mampu memberikan kontribusi nyata, baik dalam pengendalian banjir maupun menjaga ketersediaan air,” jelasnya.

Kolaborasi Pusat dan Daerah
Kepala BWS Kalimantan IV Andri Rachmanto Wibowo, mengapresiasi dukungan penuh Pemkot Balikpapan, khususnya dalam proses pembebasan lahan dan sosialisasi kepada warga terdampak. Saat ini, pengerjaan fisik di lapangan telah memasuki tahap penggalian.

“Kami berterima kasih atas dukungan penuh dari Pemkot, kini pengerjaan sudah mulai, termasuk inisiasi penggalian di lokasi bendali. Ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Andri.

Proyek di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum ini ditargetkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan sekitar. Jika rampung sesuai jadwal, Bendali Ampal Hulu diproyeksikan dapat:

  •     Mengurangi risiko banjir hingga mencakup area seluas 40 hektare.
  •     Menambah cadangan air baku untuk mendukung sistem distribusi Perumda Tirta Manuntung Balikpapan.

Andri menekankan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci utama dalam menjaga ketahanan air dan keselamatan lingkungan.

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan air dan keselamatan lingkungan. Maka kami berharap, masyarakat Balikpapan tetap terlindungi, dari risiko kekeringan maupun banjir,” pungkasnya. (P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya