Imigrasi Pangkalpinang: Warga Pulau Bangka Menunda Keberangkatan Umrah Akibat Konflik Timur Tengah

Media Indonesia
15/4/2026 20:05
Imigrasi Pangkalpinang: Warga Pulau Bangka Menunda Keberangkatan Umrah Akibat Konflik Timur Tengah
Jamaah umrah mengunjungi Masjid Aisyah untuk melakukan miqat di Makkah, Arab Saudi, Minggu (22/6/2025) dini hari.(Antara)

KANTOR Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, melaporkan adanya penundaan keberangkatan ibadah umrah oleh masyarakat Pulau Bangka. Kondisi ini terjadi seiring meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada perjalanan internasional, khususnya ke Tanah Suci.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang, Ahmad Khumaidi, menyampaikan bahwa banyak calon jamaah memilih menunda keberangkatan umrah mereka.

"Banyak warga yang menunda dulu berangkat ibadah umrah ke Tanah Suci Mekah," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang Ahmad Khumaidi di Pangkalpinang, Rabu (15/4)

Penurunan Penerbitan Paspor Capai 30 Persen

Menurut pihak imigrasi, penerbitan paspor pada Triwulan I tahun 2026 mengalami penurunan sekitar 30%. Salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah ketidakstabilan situasi di Timur Tengah.

Ia menjelaskan bahwa konflik yang terjadi sejak Februari 2026 memberikan dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat Indonesia ke luar negeri, terutama untuk tujuan ibadah.

"Sejak terjadinya konflik di Timur Tengah ini, penerbangan-penerbangan tertentu yang transit di Qatar, Dubai, dan Istambul terganggu semua sehingga banyak perjalanan terganggu," ujarnya.

Faktor Keamanan Jadi Alasan Penundaan Umrah

Selain gangguan penerbangan, faktor keamanan juga menjadi pertimbangan utama masyarakat Pulau Bangka untuk menunda perjalanan ibadah umrah.

"Kita sudah menanyakan kepada masyarakat alasan menunda berangkat umrah dan mereka menjawab kondisi keamanan tidak kondusif yang dapat mengancam keselamatan saat menjalankan ibadah di Tanah Suci," katanya.

Data Penerbitan Paspor di Wilayah Pangkalpinang

Lebih lanjut, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang mencatat total penerbitan paspor pada Triwulan I 2026 sebanyak 2.826 dokumen. Rinciannya terdiri dari 291 paspor biasa dan 2.535 paspor elektronik.

Wilayah kerja kantor imigrasi ini meliputi Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, dan Bangka Selatan.

Pihak imigrasi menegaskan kembali bahwa penurunan sekitar 30% pada penerbitan paspor tersebut sangat dipengaruhi oleh situasi konflik di Timur Tengah.

"Penerbitan paspor periode triwulan pertama tahun ini mengalami penurunan sekitar 30% dan salah satu penyebab penurunan ini, karena adanya konflik di Timur Tengah," katanya. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya