Imbas Perang AS-Israel dengan Iran, Nelayan Pantura Keluhkan Kenaikan Harga Solar Nonindustri

Supardji Rasban
15/4/2026 17:54
Imbas Perang AS-Israel dengan Iran, Nelayan Pantura Keluhkan Kenaikan Harga Solar Nonindustri
Nelayan membeli BBM Dexlite menggunakan tandon di atas mobil pikup di SPBU jalur Pantura Tegal.(MI/SUPARDJI RASBAN)

IMBAS perang di Amerikat Serikat (AS)-Israel dengan Iran, nelayan di pesisir Pantura Tegal, Jawa Tengah, mengeluhkan naiknya harga solar nonsubsidi yang naik Rp 5.100 perliter. Akibatnya ratusan kapal menumpuk di Pelabuhan Perikanan Nusantara Tegalsari, Kota Tegal.

Ratusan kapal nelayan berukuran diatas 30 ribu Gross Ton berdesakan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Tegalsari, Kota Tegal, Rabu (15/4/2026) siang. Naiknya harga solar industri atau solar nonsubsidi merupakan imbas dari perang AS-Israel melawan Iran, membuat nelayan enggan melaut.

Seorang nelayan di Pantura Kota Tegal, Tegar Prasetyo, 41, menyampaikan, pada awal April lalu harga solar nonsubsidi B40 naik dari Rp 23.100 menjadi Rp 28.150 atau naik Rp 5.100 per liter.

“Kondisi ini membuat biaya operasional melaut melonjak, sedangkan hasil tangkapan tidak sebanding dengan biaya operasional,” ujar Tegar.

Tegar menyebut nelayan yang masih melaut terpaksa membeli solar nonsubsidi yang lebih murah yakni Dexlite di sejumlah SPBU harga Dexlite Rp 14.200 menjadi alternatif nelayan mendapatkan solar.

“Apalagi untuk mengisi solar nonsubsidi B40 di Pelabuhan penuh dengan ketidakpastian karena kapal harus antre,” jelas Tegar.

Menurut Tegar, untuk membeli dexlite di SPBU para nelayan bisa berbenturan dengan para pengemudi truk yang ikut membeli Dexlite.

“Kami para nelayan berharap pemerintah menurunkan harga solar nonsubsidi dan dijamin pasokannya agar biaya operasional tidak membengkak dan nelayan tetap bisa melaut,” pungkasnya. 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya