169 Kasus Positif Ditemukan, Sulawesi Selatan Siaga KLB Campak

Media Indonesia
11/4/2026 20:51
 169 Kasus Positif Ditemukan, Sulawesi Selatan Siaga KLB Campak
Ilustrasi(Freepik.com)

PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Selatan melaporkan sebanyak empat kabupaten dan kota di wilayahnya kini berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak. Penetapan status ini dilakukan menyusul temuan total 169 kasus positif campak yang tersebar di wilayah tersebut dalam periode waktu terakhir.

Lonjakan kasus ini memicu kekhawatiran serius bagi otoritas kesehatan setempat, mengingat campak merupakan penyakit yang sangat menular dan dapat menyebabkan komplikasi berat jika tidak ditangani dengan cepat. Tim dinas kesehatan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota kini tengah melakukan pelacakan intensif (contact tracing) untuk memutus rantai penularan.

 "Saat ini sudah ada empat daerah yang menyatakan status KLB campak. Total ada 169 kasus positif yang teridentifikasi, dan kami terus melakukan langkah mitigasi serta percepatan imunisasi di wilayah terdampak," ujar Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Evi Mustikawati Arifin, Jumat (10/4).

Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah ringkasan situasi terkini di Sulawesi Selatan:

Indikator Data Terlaporkan
Total Kasus Positif 169 Kasus
Jumlah Daerah KLB 4 Kabupaten/Kota
Status Wilayah Kejadian Luar Biasa (KLB)

Penyebab utama munculnya KLB ini diduga kuat akibat rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap di beberapa titik selama beberapa tahun terakhir. Sebagai langkah penanggulangan, pemerintah daerah akan melaksanakan pemberian imunisasi tambahan atau Outbreak Response Immunization (ORI) untuk meningkatkan kekebalan kelompok (herd immunity) di lokasi terdampak.

Masyarakat diimbau untuk segera membawa anak-anak ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan vaksinasi campak dan tetap menerapkan pola hidup bersih serta sehat. Hingga saat ini, rincian nama keempat daerah tersebut sedang dalam proses validasi lebih lanjut untuk memastikan akurasi data sebaran di lapangan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya