Kemarau Panjang Dikhawatirkan Ganggu Produksi Pertanian

Ardi Teristi Hardi
08/4/2026 15:40
Kemarau Panjang Dikhawatirkan Ganggu Produksi Pertanian
Ilustrasi(Antara)

BMKG memperkirakan potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino akan terjadi pada tahun ini. Menanggapi hal tersebut, Dosen Agribisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Aris Slamet Widodo, mengatakan, pentingnya kesiapan sektor pertanian dalam menghadapi kemarau panjang.

“Kesiapan sektor pertanian menghadapi kemarau panjang masih berbeda-beda. Sebagian wilayah sudah memiliki adaptasi seperti irigasi teknis dan penggunaan varietas tahan kering, tetapi banyak petani masih bergantung pada hujan sehingga sangat rentan," ungkap dia, Rabu (8/4).

Ia menyebut, kemarau panjang diprediksi memberikan dampak langsung terhadap produktivitas tanaman. Keterbatasan pasokan air dapat menurunkan hasil panen, bahkan menyebabkan gagal tanam di daerah yang tidak memiliki dukungan irigasi. 

Selain itu, kondisi kering juga berpotensi meningkatkan serangan hama serta menurunkan kualitas hasil pertanian. “Dampak paling terasa adalah penurunan hasil panen," ungkap dia.

Pada wilayah tanpa suplai air irigasi, kemarau panjang akan mengakibatkan gagal tanam, bahkan gagal panen. Selain itu, pada masa kering biasanya serangan hama seperti tikus dan wereng meningkat. 

"Kekeringan juga menyebabkan kualitas hasil menurun, seperti munculnya gabah hampa atau ukuran hasil yang lebih kecil,” imbuh dia.

Tanaman yang membutuhkan banyak air akan mengalami tekanan paling besar selama periode kemarau panjang, seperti tanaman padi dan tanaman hortikultura yang sensitif terhadap perubahan kelembapan tanah.

“Tanaman hortikultura seperti cabai dan tomat juga sensitif terhadap kekeringan. Jagung terdampak terutama pada fase awal tanam, sementara tanaman perkebunan muda seperti kopi, kakao, dan kelapa sawit juga perlu diantisipasi, termasuk potensi kebakaran pada areal perkebunan,” terang Aris.

Ia juga menyampaikan, dampak kemarau panjang tidak hanya memengaruhi kuantitas hasil pertanian, tetapi juga kualitas serta keberlanjutan produksi. Pemerataan kesiapan dan distribusi informasi iklim yang akurat menjadi faktor kunci untuk meminimalkan risiko penurunan produksi pangan selama periode El Nino. (AT/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya